Data ketenagakerjaan Inggris untuk tiga bulan hingga November menunjukkan penambahan 82 ribu pekerjaan, membalikkan kontraksi 17 ribu pada periode sebelumnya. Hasil ini menambah campuran positif bagi pandangan terhadap kekuatan pasar tenaga kerja, meskipun tingkat pengangguran tetap stabil di 5,1 persen. Rilis juga menunjukkan upah rata-rata tanpa bonus meningkat 4,5 persen YoY, dan upah termasuk bonus naik 4,7 persen, menambah tekanan inflasi upah. Pasar menilai bagaimana angka-angka ini mempengaruhi ekspektasi kebijakan Bank of England.
GBP/USD bergerak lebih tinggi dan berada di wilayah positif selama tiga sesi berturut-turut. Harga diperdagangkan sekitar 1,3430 pada sesi Asia, mencerminkan optimisme sementara di tengah data pekerjaan yang kuat. Pelaku pasar juga menunggu rilisan data Desember seperti CPI, IHP, dan Indeks Harga Ritel untuk menilai keberlanjutan tren, sehingga volatilitas tetap berada pada radar. Secara teknis, momentum jangka pendek terlihat mendukung lagi pergerakan positif dalam beberapa sesi mendatang.
Meski demikian, ada nuansa yang perlu diwaspadai. Pengangguran tetap lebih tinggi dari ekspektasi yang memperkirakan penurunan ke 5,0 persen, sehingga risiko terhadap tingkat upah masih relevan. Data upah yang kuat mendukung daya tarik GBP jika inflasi tetap terjaga dan BoE menambah potensi kenaikan suku bunga. Namun dinamika global, terutama faktor terkait perang dagang dan kebijakan internasional, dapat membatasi momentum bila sentimen pasar berubah.
Ketika USD melemah seiring kekhawatiran mengenai hubungan AS dengan Greenland, pasangan mata uang utama cenderung mendapat pijakan yang lebih kuat. Perkembangan geopolitik tersebut menambah volatilitas dan mendorong aliran modal menuju aset berisiko yang biasanya menguntungkan sterling. Di sisi lain, potensi tarif dan eskalasi konflik perdagangan antara AS dan UE menambah risiko terhadap prospek pertumbuhan global.
Anjloknya daya tukar dolar AS memperkuat posisi GBPUSD pada level sekitar 1,34. Pedagang menilai bagaimana kebijakan perdagangan internasional dan pernyataan para pemimpin negara dapat menggeser arus modal internasional. Ketegangan ini sering memicu volatilitas, sehingga arah pergerakan jangka pendek pasangan mata uang menjadi sulit diprediksi. Meski faktor global cenderung menguntungkan GBP, risiko geopolitik tetap perlu diwaspadai.
Dari sisi perdagangan, fokus utama adalah pada rilis Desember untuk CPI, IHP, dan Indeks Harga Ritel Inggris karena angka-angka tersebut bisa memperkuat atau meruntuhkan tren saat ini. Peluang kebijakan perdagangan Eropa terhadap AS juga perlu dipantau karena bisa mendistorsi tren GBPUSD. Manajemen risiko dengan stop loss yang ketat dan target keuntungan yang realistis menjadi kunci di tengah ketidakpastian.
Analisa fundamental menunjukkan kekuatan data pekerjaan Inggris dan dinamika imbal hasil upah memberi dukungan pada GBP terhadap USD. Namun prospek ini bergantung pada bagaimana data inflasi Desember membentuk jalur kebijakan Bank of England dan bagaimana pasar menilai risiko geopolitik global. Investor juga memantau arus modal menuju aset berisiko sebagai pendukung momentum GBP.
Untuk perdagangan, fokus utama adalah peluang long pada GBPUSD sekitar level 1,3430 dengan target menuju 1,3550 dan stop pada 1,3380. Rasio risiko-imbalan potensi profit memenuhi kriteria minimal 1:1,5 jika target tercapai. Pastikan ukuran posisi sesuai dan memiliki rencana keluar jika rilis data berikutnya menyimpang dari ekspektasi.
Kesimpulannya, pergerakan GBPUSD saat ini lebih cenderung mengikuti dinamika bertahap daripada loncatan besar. Investor perlu memantau laporan inflasi Desember dan perkembangan kebijakan moneter BoE serta dinamika geopolitik global. Disiplin, manajemen risiko, dan respons terhadap data ekonomi menjadi kunci untuk memanfaatkan momentum.