GBP/USD Menguat Seiring DXY Mundur, Investor Menantikan PCE dan Sinyal Kebijakan BoE

GBP/USD Menguat Seiring DXY Mundur, Investor Menantikan PCE dan Sinyal Kebijakan BoE

Signal GBP/USDBUY
Open1.337
TP1.348
SL1.330
trading sekarang

GBPUSD menguat di sesi Asia, diperdagangkan sekitar 1.3370, setelah DXY melemah dari kenaikan mendekati 0,5% pada perdagangan kemarin. Menurut Cetro Trading Insight, pembalikan ini didorong oleh pergeseran sentimen risiko dan dinamika harga minyak yang tetap kuat. Faktor teknikal juga menunjukkan adanya peluang perbaikan jelajah bagi pasangan mata uang mayor terhadap dolar AS.

Investors menilai potensi perlambatan lonjakan DXY jika gejolak regional mereda, sekaligus menunggu rilis data inflasi AS yang nanti malam, yaitu January PCE. Penantian terhadap PCE—ukuran inflasi favorit Fed—menambah ketidakpastian arah jangka pendek meskipun angka tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan dampak konflik Iran. Pasar juga menantikan revisi pertama pertumbuhan PDB Q4 AS dan survei kepercayaan konsumen March untuk mengukur arah momentum ekonomi.

Dari sisi teknikal, pergerakan GBPUSD menunjukkan tren pemulihan yang cukup solid jika dukungan dolar lemah berlanjut. Level resistensi terdekat berada mendekati 1.3400, sementara zona dukungan terdekat terlihat di sekitar 1.3320. Kondisi volatil di pasar minyak menambah ketidakpastian, namun sinyal bullish pada jangka pendek tetap ada selama DXY tetap melemah.

Pasar semakin yakin bahwa BoE akan memangkas suku bunga pada rapat kebijakan mendatang, meskipun terdapat tekanan inflasi yang bisa membatasi langkah pemotongan. Ekspektasi ini mencerminkan saat ini fokus pada bagaimana komponen inflasi berperan dalam jalur kebijakan moneter Inggris. Kondisi tersebut membuat GBPUSD cenderung lebih tahan terhadap sentimen global yang menuju pelemahan dolar.

Rilis Januari PCE, ukuran inflasi yang disukai Fed, serta revisi pertama pertumbuhan GDP Q4 AS menjadi fokus utama investor. Meski data inflasi bisa memperbaharui prospek kebijakan moneter AS, banyak analis menilai bahwa kebijakan The Fed cenderung tidak berubah pada pertemuan berikutnya. Selain itu, perubahan pendanaan dan volatilitas pasar obligasi dapat mempengaruhi arah GBPUSD di jangka pendek.

Selain faktor inflasi, perubahan harga minyak mentah tetap menjadi katalis penting. Kenaikan harga minyak memberikan tekanan pada inflasi dan menambah tantangan bagi BoE dalam memutuskan pelonggaran. Namun kerangka ekspektasi pasar tetap mengarah pada kebijakan yang lebih akomodatif di paruh pertama tahun ini, meskipun risiko terhadap fleksibilitas penawaran dapat mendorong kehati-hatian.

Komentar dari pemimpin tertinggi Iran terkait jalur Hormuz meningkatkan ketegangan regional dan berpotensi mempengaruhi perilaku pelaku pasar. Ketegangan tersebut berpotensi menambah volatilitas mata uang, komoditas energi, dan aset safe-haven. Investor menilai bahwa dinamika geopolitik dapat mengubah ekspektasi arah kebijakan moneter baik di AS maupun Inggris.

Di saat yang sama DXY berisiko menguat lagi jika risiko geopolitik kembali meningkat, sehingga GBPUSD bisa terbatas dalam kenaikan lebih lanjut. Skenario ini menekankan pentingnya manajemen risiko bagi trader yang memegang posisi long pada GBPUSD. Analisis teknikal menunjukkan bahwa pergerakan harga bisa cepat berubah jika pelaku pasar menimbang berita kebijakan dan data inflasi.

Rilis data ekonomi utama, termasuk PCE, GDP, dan kepercayaan konsumen, tetap menjadi pendorong utama arah pasangan ini. Dengan target jangka pendek berada di sekitar 1.3475 dan stop di 1.3300, strategi trading yang direkomendasikan adalah buy GBPUSD dengan rasio risiko-imbalan minimal 1:1.5. Manajemen risiko yang ketat diperlukan mengingat dinamika geopolitik dan volatilitas pasar energi yang sedang berlangsung.

broker terbaik indonesia