GBP/USD bergerak mendatar di sekitar 1.3530 setelah pernyataan dari kepala BoE, Andrew Bailey, yang membuka peluang pelonggaran lebih lanjut. Kondisi ini muncul di tengah ketidakpastian kebijakan perdagangan AS serta kekhawatiran dampak tarif global terhadap permintaan aset berisiko. Dolar AS, di sisi lain, menunjukkan kekuatan relatif dengan data ekonomi AS yang lebih positif dan penyesuaian sentimen pasar secara umum.
Data kepercayaan konsumen AS menambah pijakan bagi greenback, meski risiko geopolitik tetap membayangi. Pasar juga mencermati retorika pejabat bank sentral AS yang hawkish terhadap laju inflasi, sambil di sisi lain menilai risiko kebijakan luar negeri. Dalam konteks Inggris, tekanan politik meningkat menjelang pemilu lokal, menambah dinamika pada pasangan GBP/USD.
Analisis ini disusun oleh Cetro Trading Insight dan menekankan bahwa meski ada peluang pelonggaran di BoE, faktor-faktor makro dan politik dapat menjaga volatilitas tetap terkendali untuk beberapa waktu ke depan.
Secara teknis, GBP/USD diperdagangkan dekat 1.3530 dengan bias jangka pendek netral namun sedikit mengarah ke kenaikan karena harga bertahan di atas garis tren dukungan yang terbentuk sekitar 1.3035. Harga juga tetap berada di atas area moving average yang mengakumulasi sekitar 1.35, menegaskan potensi tren naik yang tertahan.
Rintangan pertama berada di sekitar level 1.35 yang berdekatan, dengan break di atasnya berpotensi membuka jalur menuju area 1.37 dan bahkan retak ke zona 1.38 pada momentum yang kuat. Dipaksa mundur, permintaan pembelian terlihat tetap hadir pada retracement ringan dari zona resistance tersebut.
Di sisi bawah, dukungan terdekat terlihat di sekitar 1.3450 diikuti oleh garis tren naik dan konsolidasi MA 100–200 hari di sekitar 1.34. Penutupan harian di bawah 1.34 akan melemahkan bias bullish dan berisiko membawa harga menuju 1.33 sebelum ada konfirmasi pembalikan.