
GBP/USD menunjukkan dinamika positif karena dolar AS melemah secara luas. Sentimen pasar didorong oleh ekspektasi adanya perjanjian damai antara AS dan Iran, yang menekan permintaan terhadap aset-aset safe haven dan memberikan ruang bagi sterling untuk menguat. Minat investor terhadap pasangan ini kembali meningkat seiring munculnya harapan akan kelanjutan proses diplomatik yang lebih konstruktif.
Selain itu, ancaman kebijakan moneter yang lebih hawkish dari Bank of England (BoE) menjadi faktor pendorong utama. Jika inflasi tetap bertahan di dekat target, pelaku pasar menilai ada peluang BoE mengatur jalur kenaikan suku bunga di masa depan. Hal ini menciptakan dasar fundamental bagi penguatan GBP terhadap dolar.
Dalam beberapa sesi terakhir, rilis data pekerjaan AS dan pernyataan anggota FOMC tetap menjadi fokus. Namun, pandangan bahwa inflasi global bisa mereda dalam waktu dekat turut mengurangi kekhawatiran terhadap laju kebijakan Federal Reserve. Investor menilai bahwa risk appetite masih mendukung perbaikan arah GBP/USD di jangka menengah.
Pergerakan harga GBP/USD berlanjut menguat untuk hari kedua berturut-turut, menjauhi level terendah mingguan sekitar 1.3510-1.3515. Momentum positif ini mencerminkan minat beli yang memudar jika struktur teknis tetap mendasari dorongan ke atas. Pasar tampak siap untuk menguji resistance di dekat area 1.3600-1.3650 jika momentum tetap kuat.
Saat ini harga berada di sekitar 1.3580 pada sesi Asia, yang mengindikasikan adanya minat beli yang berkelanjutan. Para trader melihat peluang untuk melanjutkan pelebaran ruang up pada skenario breakout, sambil mempertimbangkan potensi koreksi jika data ekonomi AS kembali menekan dolar.
Secara teknikal, tren naik nampak tetap terjaga dengan pola harga yang bergerak lebih tinggi dari level support utama. Para analis mencatat bahwa level 1.3600-1.3650 bisa menjadi zona kunci untuk konfirmasi kelanjutan tren, sementara penurunan di bawah 1.3550 bisa mengubah sentimen jangka pendek.
Dukungan utama datang dari penyebutan BoE bahwa kenaikan suku bunga bisa relevan jika inflasi tetap bertahan. Hal ini menambah landmark bagi GBP/USD untuk menguat lebih lanjut seiring waktu. Para investor juga menimbang dinamika geopolitik yang cenderung menekan dolar, memihak pada perbaikan nilai tukar pasangan ini.
Kondisi dolar yang lemah dan harapan perjanjian perdamaian antara AS dan Iran menambah tekanan pada aset safe haven. Kebijakan moneter AS yang lebih moderat berpotensi mengurangi tekanan pada USD, memberikan peluang bagi GBPUSD untuk naik lebih lanjut. Namun volatilitas tetap tinggi karena perkembangan geopolitik dan data ekonomi utama.
Menurut Cetro Trading Insight, rekomendasi perdagangan menyeimbangkan risiko-imbalan minimal 1:1,5 dengan skenario beli. Rencana eksekusi: buka posisi beli pada open sekitar 1.3580, target take profit 1.3680, dan stop loss di 1.3550 untuk menjaga kelangsungan peluang tanpa paparan risiko berlebih.