GBP/USD Rebound Didorong China Kurangi Eksposur ke US Treasuries; Dolar Tertekan dan GBP Bergerak Menuju 1.3733

GBP/USD Rebound Didorong China Kurangi Eksposur ke US Treasuries; Dolar Tertekan dan GBP Bergerak Menuju 1.3733

Signal GBP/USDBUY
Open1.366
TP1.373
SL1.362
trading sekarang

GBP/USD menguat ke kisaran 1.3659 setelah laporan Bloomberg bahwa China meminta mengurangi kepemilikan US Treasuries. Hal ini mendorong pergeseran sentimen risiko dan memberi dukungan bagi mata uang berisiko meski ada nada ketidakpastian terkait dinamika politik di Inggris. Pergerakan ini menjelang rilis data ekonomi dan peluang kebijakan moneter membuat arah pasar masih labil.

Dolar index DXY turun sekitar 0.77 persen ke bawah level 97.00, menambah tekanan pada Greenback secara luas. Ketidakpastian politik Inggris dengan gejolak dalam Partai Buruh serta isu fiskal menambah volatilitas dan menahan kenaikan GBP. Pasar juga menimbang potensi dampak kebijakan fiskal dan perubahan komposisi pasar obligasi terhadap aliran modal global.

Dengan data Nonfarm Payrolls dan inflasi Februari yang sebelumnya tertunda karena kemacetan pemerintah, fokus pasar beralih ke arah kebijakan moneter Fed dan BoE. Walaupun skenario penurunan suku bunga masih dibahas, rilis data AS yang solid bisa memicu perubahan arah kebijakan bank sentral, sehingga sentimen jangka pendek tetap berfluktuasi. Secara umum, peluang bagi sterling bergantung pada bagaimana risiko politik di Inggris dan dinamika data AS saling mempengaruhi.

Secara teknikal, GBP/USD tampak mencoba menembus 1.3700, level yang berfungsi sebagai hambatan penting dalam beberapa sesi terakhir. Momentum terlihat menguat dengan indikator RSI yang menunjukkan kekuatan naik meski volatilitas masih tinggi. Proyeksi jangka pendek meningkat jika harga berhasil melewati zona resistance tersebut.

Level kunci berikutnya adalah 1.3733, yang pernah menjadi puncak pada 4 Februari dan berperan sebagai target bagi pergerakan jika 1.3700 berhasil ditembus. Di atasnya, potensi menuju zona 1.3780 bisa terbuka jika momentum tetap positif. Di sisi bawah, kerangka teknikal menunjukkan 200 hari SMA sekitar 1.3427 dengan swing low 1.3505 sebagai referensi support awal jika ada koreksi.

Sebaliknya, jika harga gagal mempertahankan di atas 1.3700, aliran korektif bisa membawa pasangan ke kisaran 1.3650 hingga 1.3505. Kondisi ini menegaskan risiko pembalikan ke bawah meski sinyal bullish saat ini masih ada. Trader juga perlu mempertimbangkan dinamika rilis data NFP dan CPI serta komentar kebijakan Bank Sentral untuk konteks tambahan.

Strategi yang dianjurkan adalah membuka posisi long jika harga menembus 1.3700 dengan entri sekitar 1.3659. Target pertama berada di 1.3733 dan stop di 1.3619 untuk menjaga rasio risiko terhadap imbalan tetap solid. Kondisi politik di Inggris bisa menambah risiko jika tidak ada kemajuan kebijakan fiskal yang jelas.

Rasio risiko terhadap imbalan untuk skenario ini sekitar 1 banding 1.85, memenuhi ambang minimal 1 banding 1.5. Tetap perhatikan kejutan data AS seperti NFP dan CPI serta pernyataan kebijakan moneter untuk konteks perubahan arah pasar. Perubahan konteks politik di Inggris juga bisa memicu perubahan aliran modal yang mempengaruhi volatilitas pasangan ini.

Ringkasan bagi trader adalah mengambil peluang breakout di 1.3700 dengan target 1.3733 sambil menjaga risiko melalui stop di 1.3619. Perubahan di dinamika politik Inggris dan komentar kebijakan BoE dapat mengubah arah jangka pendek pasangan ini, sehingga manajemen risiko tetap penting.

broker terbaik indonesia