GBP/USD Rebound Didukung BoE Dovish; Dolar Melemah dan Data AS Jadi Pangkas Ketidakpastian

GBP/USD Rebound Didukung BoE Dovish; Dolar Melemah dan Data AS Jadi Pangkas Ketidakpastian

Signal GBP/USDBUY
Open1.360
TP1.370
SL1.346
trading sekarang

Pola dolar AS terlihat melemah secara luas dalam beberapa sesi terakhir, memberikan ruang bagi GBP/USD untuk mencoba pemulihan lebih lanjut. Meskipun tekanan muncul dari nada dovish BoE, sinyal bahwa disinflasi berjalan ke arah target tetap menjadi pendorong utama bagi pergerakan pasangan ini. Investor menilai bahwa ruas kebijakan akan bergeser jika data inflasi menunjukkan kemajuan yang konsisten.Dalam konteks global, dinamika kebijakan moneter tetap menjadi fokus utama pasar. Gubernur BoE Andrew Bailey menegaskan bias pelonggaran ketika disinflasi memenuhi kriteria, membuat peluang pemangkasan suku bunga di masa mendatang tetap terbuka. Sementara itu, data tenaga kerja AS yang lebih lemah memberikan dukungan bagi ekspektasi pemotongan suku bunga Fed di masa depan. Media ekonomi turut menyoroti bagaimana kedua bank sentral mengarahkan langkah kebijakan pada paruh kedua tahun ini.

Kita juga melihat bagaimana faktor eksternal memberikan bantalan bagi mata uang utama. Laporan lain menunjukkan bahwa disinflasi di beberapa sektor masih berjalan meskipun pertumbuhan sektor swasta cenderung lemah. Sentimen risk-on yang berkembang membantu pound bertahan meski tekanan dari faktor domestik Inggris sedang meningkat terkait dinamika politik. Analisis ini disajikan berdasarkan pembacaan pasar yang konsisten dengan laporan terbaru Cetro Trading Insight.

Secara keseluruhan, para analis menilai bahwa arah GBP/USD dipengaruhi kombinasi antara aliran data AS, dinamika inflasi, dan komentar dari pejabat BoE. Meski ada beberapa ketidakpastian, fokus pada indikator teknis tetap relevan untuk menghadapi pergerakan volatil yang mungkin muncul menjelang data ekonomi utama berikutnya. Kejelasan kebijakan dan angka inflasi akan menjadi penentu utama arah pasangan di minggu mendatang.

GBP/USD diperdagangkan di sekitar 1,3604 saat dolar AS melemah, dengan sentimen risk-on mendongkrak pasangan ini meski masih ada ketegangan terkait kebijakan moneter. Pada saat berita ini ditulis, indeks dolar (DXY) turun sekitar 0,37% ke level 97,59 setelah sempat menyentuh dua minggu tertinggi di 97,98. Gerak harga ini menciptakan peluang bagi pasangan untuk melanjutkan pemulihan jangka pendek.Pergerakan teknis menunjukkan bahwa pasangan ini berada dalam posisi siap untuk ujicoba kenaikan jika level 1,3600 mampu dipertahankan. Break di atas level tersebut membuka potensi menuju 1,3654 dan selanjutnya 1,3700, sesuai dengan pembacaan resistance pada kerangka waktu harian. Para trader memantau peluang ini dengan saksama karena konfirmasi dari moving averages dan pola harga dapat memperkuat arah.

Sementara itu, jika GBP/USD gagal mempertahankan di atas 1,3600, tekanan jual bisa mengantarkan lebih rendah ke sekitar 1,3508 dan 1,3500. Pada sisi dukungan, SMA 50-hari berada di sekitar 1,3463 dan jika harga turun lebih lanjut, level ini bisa bertindak sebagai zona penopang. Pergerakan di bawah 1,3500 akan membebaskan arah penjualan lebih lanjut menuju dukungan berikutnya di kisaran 1,3450-an.

Analisis ini menekankan bahwa fokus teknis utama adalah retensi di atas 1,3600 dan potensi target di 1,3700, sementara risiko penurunan dibatasi oleh level dukungan 1,3463 dan faktor-faktor momentum pasar. Investor juga memperhatikan pergerakan rata-rata jangka pendek untuk mengonfirmasi kelanjutan tren. Risiko semacam ini sejalan dengan dinamika pasar yang sedang berlangsung.

Apa yang Perlu Diperhatikan Trader Selanjutnya

Para trader akan memantau data acara AS yang utama, termasuk Nonfarm Payrolls dan Indeks Harga Konsumen, yang tertunda akibat penutupan pemerintah singkat. Reaksi pasar terhadap rilis tersebut bisa signifikan, meskipun ekspektasi awal cenderung hati-hati. Selain itu, penjualan ritel dan komentar pejabat Federal Reserve juga menjadi fokus tambahan yang bisa memicu volatilitas volatil dalam pasangan ini.

Di Inggris, perhatian juga tertuju pada angka Produk Domestik Bruto dan pidato Gubernur BoE Andrew Bailey, yang bisa menggerakkan pasar jika ada perubahan signifikan dalam prospek inflasi dan pertumbuhan. Meski demikian, volatilitas politik domestik dapat menambah ketidakpastian dalam respons kebijakan moneter. Investor biasanya menimbang risiko-aset terhadap pelindung nilai dan potensi retracement dalam kerangka kebijakan.

Rencana trading yang disarankan menekankan manajemen risiko dengan TP sekitar 1,3700 dan SL di sekitar 1,3460, menjaga rasio risiko-imbalan minimal 1:1,5. Investor disarankan untuk meninjau exit point secara berkala dan menyesuaikan posisi jika data ekonomi menyimpang dari ekspektasi. Informasi ini disajikan untuk pembaca Cetro Trading Insight guna membantu keputusan trading yang lebih terinformasi.

broker terbaik indonesia