GBP/USD Rebound Dipicu Dolar AS Lemah: Analisa Makro dan Teknis Menuju 1.4000

GBP/USD Rebound Dipicu Dolar AS Lemah: Analisa Makro dan Teknis Menuju 1.4000

trading sekarang

USD masih menunjukkan pelemahan berkelanjutan akibat dinamika kebijakan moneter global dan retorika dagang yang tetap menjadi sorotan. Meski kejutan data ekonomi Inggris tergolong tipis, fokus pelaku pasar tetap tertuju pada arah kebijakan The Fed dan sinyal dari Federal Open Market Committee. Kebijakan suku bunga yang diperkirakan tidak berubah menambah kestabilan jangka pendek bagi pasaran mata uang utama, meski risiko eksternal masih mendesak.

GBP/USD naik lebih dari satu persen pada perdagangan hari Selasa, didorong oleh pelemahan Dolar AS dan momentum kenaikan Cable. Namun pasangan ini tetap berada dalam konteks makro yang kompleks, dengan pasar memperkirakan dua kali penurunan suku bunga pada akhir 2026 meski bank sentral AS mempertahankan nada berhati-hati. Peringkat risiko global juga membayangi, menambah volatilitas meskipun arah umum menunjukkan pembalikan sentimen risiko.

Rangkuman pandangan pasar menjelang rilis kebijakan The Fed dan panduan ke depan menunjukkan fokus pada arah suku bunga. Ketegangan perdagangan berlanjut dan isu terkait pembalasan tarif mempengaruhi sentimen risiko, meski dampaknya terhadap GBP/USD relatif terkendali. Dalam skenario base, kebijakan AS diperkirakan menambah ruang bagi sterling untuk menguat jika dolar melemah lebih lanjut.

Secara teknikal, GBP/USD telah menempatkan diri pada jalur kenaikan yang kuat, menyentuh area tertinggi 51 bulan dan mendekati level teknis kunci. Laju kenaikan Pound didorong oleh melemahnya dolar dan minat membeli yang tetap hidup di pasar FX. Level 1.4000 tetap menjadi hambatan teknis signifikan bagi kelanjutan tren bullish.

Para pelaku pasar melihat peluang jika break di atas 1.4000 bisa membuka kapasitas momentum lebih lanjut. Namun pola pergerakan sebelumnya yang kuat diikuti oleh koreksi tajam mengingatkan trader untuk tetap berhati-hati. Breakout yang konsisten di atas level tersebut akan menjadi sinyal konfirmasi tren yang lebih luas.

Grafik harian menunjukkan dinamika momentum yang berubah-ubah, dengan fokus pada pergerakan di sekitar level teknis. Kondisi ini menandakan bahwa aksi harga lebih bergantung pada eskalasi sentimen risiko dan arah kebijakan moneter ketimbang faktor satu sisi. Trader disarankan menunggu konfirmasi tren sebelum mengambil posisi baru.

Risiko utama dalam skenario ini adalah potensi pembalikan dolar AS jika data makro AS menyarankan jalur kebijakan yang lebih agresif di masa depan. Selain itu, ketegangan perdagangan global dan pembaruan kebijakan moneter dari bank sentral utama dapat meredam sentimen risiko dan memicu volatilitas pada pasangan GBPUSD. Rencana manajemen risiko menjadi kunci, dengan penanggung risiko memeriksa toleransi terhadap drawdown dan fluktuasi harga.

Dalam skenario bullish, jika pasangan berhasil menembus level teknis kunci secara berkelanjutan, potensi pergerakan lebih lanjut bisa terjadi. Namun tanpa konfirmasi momentum jangka pendek, mengandalkan breakout tanpa dukungan indikator meningkatkan risiko kerugian. Oleh karena itu, disarankan untuk memperhatikan ukuran posisi dan menerapkan stop loss untuk melindungi keuntungan.

Untuk trader yang berhati-hati, saran utama adalah menunggu sinyal konfirmator dari kedua sisi pasar. Tetapkan stop loss yang masuk akal dan target keuntungan yang realistis dengan rasio risiko-imbalan minimal 1:1.5. Hindari penggunaan leverage berlebihan dan pastikan likuiditas pasar dipertimbangkan terutama saat sesi perdagangan AS berlangsung.

broker terbaik indonesia