
Artikel ini disusun oleh Cetro Trading Insight.
Nilai dolar AS melemah terkait membaiknya sentimen risiko akibat potensi kesepakatan antara AS dan Iran. Indeks dolar (DXY) turun mendekati 98.8 setelah mencapai level tertinggi beberapa hari sebelumnya, menandakan perubahan persepsi risiko di pasar global. Para pelaku pasar menilai bahwa kembalinya stabilitas geopolitik bisa membantu menahan tekanan inflasi global sambil menjaga likuiditas global tetap terjaga.
Seorang sumber Iran menyatakan adanya pemahaman politik antara kedua negara meski belum final secara formal. Ada pembicaraan mengenai memorandum of understanding MOU selama 60 hari yang bisa memperpanjang gencatan senjata dan membuka kembali Selat Hormuz. Perkembangan ini memperjauh dukungan risiko dan memberi ruang bagi pergerakan mata uang utama.
Di sisi lain, harga minyak menunjukkan tanda mereda meski masih berada pada kisaran yang tinggi secara historis. WTI bergerak di sekitar 86 dolar AS per barel dan berisiko mencatat penurunan bulanan pertama dalam beberapa bulan. Kondisi ini menambah dinamika risiko inflasi yang akan dihadapi pasar dalam beberapa sesi ke depan.
GBPUSD rebound dari rendah intraday dan diperdagangkan di sekitar 1.3460, berusaha mempertahankan kenaikan tipis yang dipicu optimisme risiko. Pasangan ini tetap rentan terhadap sentimen global termasuk arah negosiasi Iran AS dan bagaimana itu akan mempengaruhi aliran modal. Narasi kebijakan moneter juga menjadi kunci karena pasar menilai bagaimana BoE akan menyeimbangkan pertumbuhan dengan tekanan inflasi.
Gubernur BoE Andrew Bailey menekankan perlunya toleransi terhadap inflasi yang lebih tinggi sementara risiko eksternal memburuk sehingga kebijakan diarahkan untuk menahan gejolak. Sementara itu para pejabat Federal Reserve juga menekankan pentingnya sinyal komitmen menurunkan inflasi meski kebijakan perlu mempertimbangkan dampak ekonomi. Sentimen ini membantu GBPUSD berada di jalur yang lebih stabil meskipun arah jangka panjang masih belum pasti.
Secara teknis pasangan mata uang ini menunjukkan pergerakan keep risk yang moderat di level sekitar 1.3460 dengan fokus pada data ekonomi yang akan datang dan pernyataan publik dari bank sentral. Pelaku pasar menilai bahwa pergerakan di bawah atau di atas level ini sangat sensitif terhadap keluarnya data baru dan komentar pejabat kebijakan. Gambaran umum pasar menunjukkan bahwa peluang perbaikan jangka pendek tetap ada meski risiko geopolitik menewr pada jalur.
Pedagang akan menanti data PMI flash global serta laporan ketenagakerjaan AS termasuk Nonfarm Payrolls NFP tingkat pengangguran dan pertumbuhan upah. Data tersebut diharapkan bisa memberikan petunjuk mengenai apakah momentum pemulihan ekonomi global tetap kuat. Kombinasi data ini akan memandu arah pasangan mata uang utama dalam beberapa sesi mendatang.
Harga minyak cenderung lebih tenang meski volatilitas tetap ada akibat perubahan sentimen risiko. WTI berada di sekitar 86 dolar AS per barel dan tren ini berdampak pada persepsi inflasi di pasar global. Pergerakan harga komoditas utama ini akan menjadi salah satu penentu dinamika mata uang dalam skenario jangka pendek.
Rilis data mendatang serta komentar pejabat bank sentral diperkirakan membentuk arah GBPUSD ke depan. Investor akan menilai apakah data ekonomi mendukung prospek kebijakan yang lebih agresif atau sebaliknya. Pada akhirnya dinamika geopolitik dan data ekonomi akan menentukan apakah pasangan ini bergerak ke zona yang lebih tinggi atau lebih rendah dalam beberapa pekan ke depan.