GBP/USD menunjukkan pemantulan yang relatif kuat pada awal pekan, didorong oleh tekanan jual luas terhadap Dolar AS. Gerakannya terjadi meskipun faktor domestik untuk Pound tidak menunjukkan kekuatan yang signifikan, sehingga momentum kenaikan lebih banyak dipicu oleh pelemahan USD secara luas. Level sekitar 1,34 menjadi fokus utama karena berdekatan dengan garis EMA 50 hari yang menjadi acuan teknikal penting.
Pergerakan harga di awal pekan menggambarkan suasana pasar yang mencoba mengukur efek kebijakan perdagangan global terhadap mata uang utama. Investor menilai potensi risiko geopolitik dan imbasnya terhadap permintaan terhadap aset berisiko. Dalam konteks ini, GBP/USD tampak berhenti di area teknis kunci tanpa memperlihatkan dorongan kuat untuk rally lanjutan.
Di tengah sentimen risiko, fokus tetap tertuju pada perkembangan perang dagang dan respons kebijakan negara maju. Rilis data ekonomi dari Inggris dan agenda data AS menjadi penggerak utama yang bisa mengubah arah dalam beberapa sesi ke depan.
Secara teknis, GBP/USD saat ini berada tepat di bawah EMA 50 hari sekitar 1,3400, menunjukkan ketiadaan konfirmasi break above level penting tersebut. Kondisi ini menempatkan pasangan pada posisi di mana risiko pembalikan ke bawah tetap ada jika tekanan jual meningkat.
Stochastic Oscillator masih mendekati wilayah jenuh jual, memberikan sinyal bahwa momentum bullish terbatas dan potensi koreksi ke bawah cukup relevan dalam kerangka pendek. Pelaku pasar sebaiknya menilai perubahan momentum sebelum memasuki posisi baru.
Dalam rencana teknis, arah jangka pendek cenderung menuju level support terdekat, dengan target ke sekitar 1,31–1,32 jika tekanan jual berlanjut. Penempatan trader perlu memperhatikan konfirmasi breakout atau pembalikan dari level 1,34 sebagai pembatas risiko.
Isu kebijakan perdagangan antara AS dan negara-negara Eropa menciptakan volatilitas tambahan bagi GBP/USD. Ketidakpastian tarif dan negosiasi dapat memperlebar spread risiko bagi valuta asing ini, terutama jika sentimen risiko global memburuk.
Data ekonomi minggu ini, termasuk inflasi, PMI Inggris, dan laporan ADP AS, bisa menjadi katalis utama bagi pergerakan pasangan ini. Pedagang perlu menimbang bagaimana rilis tersebut mempengaruhi ekspektasi kebijakan moneter di kedua negara.
Rencana trading untuk skenario teknikal adalah menjual pada nyala sinyal harga melewati dukungan dekat dengan konfirmasi momentum. Disiplin risiko dengan target sekitar 1,31–1,32 dan stop di sekitar 1,35, menghadirkan rasio risiko-imbalan minimal 1:1.5 sesuai pedoman.