GBP/USD terhenti setelah gagal menembus SMA 200-hari, didorong oleh data lapangan pekerjaan AS yang solid. Kondisi ini menjaga dolar tetap kuat dan menahan rebound pound. Pergerakan ini menimbulkan nada kehati-hatian di pasar mata uang secara umum.
Harga saat ini berada sekitar 1,3380, masih di bawah SMA 200-hari di 1,3405. Indikator teknikal menunjukkan konsolidasi di sekitar level tersebut sementara dolar menguat terhadap beberapa pasangan utama.
Penutupan harian di bawah 1,34 membuka peluang untuk tekanan lebih lanjut menuju support dekat 1,3334 dan bisa berlanjut jika tekanan pasar berlanjut. Sebaliknya, jika harga mampu menembus 1,3400 dan kembali ke atas SMA 200-hari, peluang retrace ke 1,3450 bisa muncul secara teknikal.
Data AS yang lebih kuat dari ekspektasi mendorong penilaian bahwa pemangkasan suku bunga Fed akan lebih lambat, mengurangi ekspektasi pelonggaran menjadi sekitar 44 basis poin. Hal ini menopang indeks dolar dan menekan pasangan mata uang berbasiskan sterling.
Inflasi konsumen AS (IHK) stabil sekitar 2,7% secara tahunan, sedangkan inflasi produsen (IHP) melonjak menjadi 3% pada November. Pasar tenaga kerja juga menunjukkan kekuatan dengan nonfarm payrolls yang solid dan tingkat pengangguran turun menjadi 4,4%.
Kemudian, investor menantikan fokus baru pada lapangan kerja Inggris, inflasi, dan data ritel minggu depan, sementara AS merilis data perumahan dan PCE sebagai petunjuk arah kebijakan moneter.
Secara teknikal, skenario bearish tetap relevan ketika penutupan harian berada di bawah 1,34, menekan peluang turun menuju 1,3334 dan zona sekitar 1,3310.
Rencana trading yang diusulkan adalah posisi jual di sekitar 1,3380 dengan target pertama di 1,3334 serta stop loss di 1,3450 untuk menjaga rasio risiko/imbalan sekitar 1:1,5.
Jika harga menembus di atas 1,3450, sinyal jual dapat dibatalkan dan trader disarankan mengikuti pergerakan sekitar 1,34-1,35 untuk peluang baru menuju resistance 1,3450 dan 1,3500.