GBP/USD Terkoreksi Dekat 1.3400 Pasca Data PCE AS dan Klarifikasi BoE

GBP/USD Terkoreksi Dekat 1.3400 Pasca Data PCE AS dan Klarifikasi BoE

trading sekarang

GBP/USD melemah setelah reli pekan lalu, menyentuh level rendah sekitar 1.3408. Pergerakan ini menandai penurunan mingguan yang moderat bagi pasangan tersebut. Pasar tengah mencermati sinyal kebijakan moneter dari Bank of England dan langkah lanjutan Fed. Analisis hari ini menyoroti bagaimana komentar pejabat BoE menegaskan sikap relatif dovish dan menahan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

Dalam pidato di Reykjavik, Gubernur BoE Andrew Bailey menegaskan bahwa ada kemungkinan inflasi tetap di atas target untuk sementara waktu, meski tekanan tenaga kerja dan aktivitas ekonomi membatasi efek berulang. Menurut Cetro Trading Insight, pernyataan itu menggambarkan sikap BoE yang menahan diri meski beberapa faktor eksternal telah mengejut pasar. Bank telah menatap langkah yang lebih restrained karena pelonggaran kebijakan relatif sudah dilakukan untuk merespon kejutan ekonomi. Pasar mencoba menilai risiko kebijakan yang mungkin datang di masa mendatang sambil menjaga fokus pada data inflasi.

Di sisi lain, dinamika risiko global sedang ditarik oleh berita tentang pelonggaran gencatan senjata antara AS dan Iran, yang meningkatkan selera risiko. Meski demikian, reaksi terhadap berita tersebut tetap terbatas karena langkah kebijakan Fed tetap menjadi fokus utama trader. Menurut peramal pasar, peluang kenaikan suku bunga dari Fed masih hidup meski langkahnya tidak pasti, dan CME Fed Watch menunjukkan peluang mendekati 50 persen menjelang akhir tahun. Selain itu, komentar Neel Kashkari dari Federal Reserve Minneapolis memberikan nada yang lebih berhati-hati terhadap pengetatan segera.

Data Personal Consumption Expenditures (PCE) Price Index menunjukkan tekanan inflasi yang kembali meningkat, mencapai level tertinggi dalam tiga tahun. Angka ini menambah beban pada pendapatan rumah tangga dan kinerja aktivitas ekonomi karena biaya hidup membengkak. Pasar menilai data ini sebagai faktor pendukung narasi hawkish di kalangan pejabat Federal Reserve.

Sinyal pasar masih mengarah pada kemungkinan kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun, meski probabilitasnya tidak pasti. Indikator CME Fed Watch menunjukkan peluang mendekati 50% untuk kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun. Pasar juga melihat bahwa kombinasi data inflasi dan dinamika pasar tenaga kerja menambah tekanan pada biaya pinjaman. Hal ini menjaga narasi pengetatan kebijakan tetap hidup meski ada perubahan sentimen.

Komentar pejabat Federal Reserve lain, termasuk Neel Kashkari, menyoroti kehati-hatian seiring dengan dampak konflik Iran terhadap persepsi inflasi. Kashkari menekankan bahwa belum tepat menyimpulkan bahwa pengetatan akan terjadi segera setelah rilis data PCE April. Ia menunjukkan bahwa gejolak geopolitik bisa memodifikasi prospek inflasi. Ketegangan tersebut membuat pasar menunggu bukti yang lebih jelas sebelum mengubah posisi.

banner footer