Pada pembukaan sesi Eropa, pasangan GBP/USD tampak tertekan menuju sekitar 1.3670. Dolar AS menguat didorong oleh persepsi pasar tentang arah kebijakan Federal Reserve dan data inflasi harga produsen (PPI) yang lebih tinggi dari ekspektasi. Kondisi ini menambah beban terhadap Pound Sterling dan memperkuat posisi dolar sebagai mata uang utama cadangan di pasar global.
Gairah pasar dipengaruhi juga oleh dinamika politik di Amerika Serikat yang relatif stabil, yang memberi dukungan bagi Greenback terhadap mata uang utama lainnya. Para pelaku pasar menunggu petunjuk lebih lanjut dari Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur ISM AS untuk melihat apakah momentum pertumbuhan manufaktur tetap kuat atau melambat. Data ini diharapkan dapat menguatkan argumen bagi kebijakan yang lebih hawkish dari Fed.
Selain itu, spekulasi mengenai kandidat bank sentral AS mengemuka setelah pernyataan dari pelaku politik. Beberapa kalangan menilai Kevin Warsh cenderung mendorong neraca Fed yang lebih kecil serta menjaga suku bunga tinggi lebih lama. Skenario ini berpotensi menjaga dolar kuat dan menjadi hambatan bagi pergerakan pasangan GBPUSD ke arah atas.
BoE diproyeksikan mempertahankan suku bunga acuannya di level 3,75% pada pertemuan mendatang. Gubernur Andrew Bailey beserta kebijakan direksi lainnya terlihat menjaga opsi kebijakan tetap terbuka dan menimbang jalur penurunan suku bunga di masa depan. Kondisi ini memberi dampak pada dinamika GBP/USD dengan bias harga mendatar hingga melemah jika data AS tetap kuat.
Beberapa laporan menunjukkan adanya perdebatan internal mengenai tempo penurunan suku bunga. Sementara sebagian anggota MPC mengusulkan penurunan, mayoritas pejabat tampaknya menahan langkah tersebut untuk saat ini dan mempertimbangkan laju penurunan yang lebih lambat. Ketidakpastian kebijakan ini menambah tekanan bagi GBP untuk mempertahankan posisi saat data ekonomi evolving.
Dalam konteks harga, ekspektasi bahwa BoE akan menahan kebijakan dan fokus pada fondasi data ekonomi menambah risiko bagi GBP. Jika data ekonomi AS tetap kuat dan dolar menguat, GBPUSD bisa bergerak lebih rendah lagi di kisaran tertentu, dengan area 1.36-1.3650 menjadi level krusial untuk diperhatikan.
Analisis sinyal dalam poros ini cenderung mengarahkan ke posisi jual pada pasangan GBPUSD. Kekuatan dolar AS didorong oleh data inflasi PPI yang lebih tinggi dari ekspektasi dan kebijakan Fed yang diperkirakan tetap hawkish. Dari sudut pandang fundamental, sinyal jual lebih relevan untuk jangka pendek berdasarkan konteks berita saat ini.
Rencana trading yang diusulkan adalah masuk posisi short pada GBPUSD dengan open di sekitar 1.3670. Target keuntungan (tp) ditetapkan di 1.3600 dan stop loss (sl) di 1.3700 untuk menjaga rasio risiko/imbalan minimal 1:1.5. Dengan jarak keuntungan sekitar 70 pips dan risiko sekitar 30 pips, skenario ini menawarkan peluang yang layak jika tren utama tetap menguatkan dolar.
Catatan penting: sinyal ini bergantung pada episod data ekonomis dan pergerakan pasar; jika PMI ISM manufaktur AS menunjukkan pelemahan signifikan, peluang dapat berubah. Panitia BoE juga bisa mengubah jalur kebijakan, sehingga trader dianjurkan memonitor rilis data dan berita kebijakan secara real-time, serta mengelola risiko sesuai profil masing-masing.