GBP/USD Tertekan di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Data NFP/CPI AS

GBP/USD Tertekan di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Data NFP/CPI AS

Signal GBP/USDSELL
Open1.330
TP1.315
SL1.333
trading sekarang

GBP/USD melemah ke sekitar 1.3300 pada sesi Asia awal Senin, di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah yang meningkatkan permintaan terhadap dolar AS sebagai aset aman. Pergerakan ini menunjukkan bagaimana risiko geopolitik dapat menggerakkan mata uang utama terhadap pasangan berbasis dolar. Sinyal pasar menunjukkan bahwa risiko global masih menjadi penentu utama arah pasangan mata uang ini dalam beberapa hari ke depan.

Kekhawatiran atas durasi konfrontasi meningkatkan volatilitas dan membebani mata uang berbasis risiko, sehingga pelemahan pound dapat berlanjut jika gejolak tetap tinggi. Para trader juga memperhatikan likuiditas pasar yang cenderung lebih tipis pada sesi Asia, yang bisa memperbesar gerak harga jika ada kabar baru. Dalam konteks ini, dolar AS muncul sebagai aset pelindung nilai yang menarik bagi investor saat ini.

Traders menantikan rilis CPI AS Februari untuk memberi petunjuk arah, karena jika inflasi memperkuat, dolar bisa menguat lebih lanjut meski data pekerjaan sebelumnya lemah. Adanya ekspektasi terhadap CPI dapat membentuk likuiditas dan menentukan arah jangka pendek bagi GBP/USD. Secara teknikal, pergerakan mendatang bisa bergantung pada bagaimana pembacaan inflasi menyerap risiko geopolitik yang masih tersisa.

Data Nonfarm Payrolls AS Februari turun 92.000 pekerjaan, sementara tingkat pengangguran naik menjadi 4.4%, memperkuat tekanan pada pasar tenaga kerja AS. Hasil tersebut menambah nuansa kehati-hatian di pasar terkait kebijakan moneter The Fed. Kondisi tenaga kerja yang mengecewakan seringkali mengganggu prospek pertumbuhan ekonomi dan respons kebijakan fiskal maupun moneter di masa mendatang.

Fokus pasar kemudian beralih ke CPI Februari sebagai indikator utama inflasi yang akan membentuk sikap kebijakan moneter The Fed dan arah dolar. Inflasi yang lebih tinggi dari ekspektasi bisa mendorong dolar menguat lebih lanjut, yang pada gilirannya menjaga tekanan pada GBP/USD. Sebaliknya, CPI yang lebih lemah dapat menahan momentum penguatan dolar, tergantung pada dinamika lainnya di pasar.

Namun, meskipun NFP mengecewakan, dampak terhadap GBP/USD bisa terbatas jika CPI datang sesuai atau lebih rendah dari ekspektasi, karena faktor geopolitik juga tetap menjadi penentu utama pergerakan pasangan ini. Para analis menekankan bahwa risiko eskalasi Timur Tengah dan dinamika pasar energi akan berperan besar dalam pergerakan dolar dalam beberapa sesi mendatang.

broker terbaik indonesia