Pasar mata uang global mencatat penguatan dolar AS untuk hari kedua berturut-turut, mengikuti aksi jual logam berharga yang sempat melemahkan beberapa aset berisiko. GBP/USD tergerus sekitar 0,17% sejalan dengan kekuatan greenback, yang sering menjadi penopang utama mata uang utama. Dalam konteks ini, narasi kebijakan moneter AS menjadi kunci, karena penunjukan Kevin Warsh sebagai Ketua Fed berikutnya menambah ekspektasi sikap yang lebih tegas.
Penunjukan Warsh memperkuat pandangan pasar bahwa kebijakan Federal Reserve bakal lebih hawkish, sehingga menjaga imbal hasil AS tetap menarik bagi investor. Di saat yang sama, reli dolar memicu tekanan terhadap pasangan mata uang utama seperti GBP/USD. Kondisi ini juga dipengaruhi pergerakan harga emas yang jatuh setelah sempat mencapai level tertinggi, mengurangi daya tarik aset berharga bagi sebagian pelaku pasar.
Secara teknikal, pergerakan GBP/USD dipantau di sekitar 1,3662 setelah menyentuh high harian 1,3715; volatilitas cenderung meningkat menjelang pertemuan Bank of England. Pasar menimbang potensi dampak data ekonomi AS terhadap kebijakan moneter global, sambil menunggu sinyal selanjutnya dari pejabat The Fed dan BoE.
Di Inggris, data menunjukkan dinamika ekonomi yang membaik meski laju inflasi tetap lebih tinggi dibandingkan negara industri G7. Fokus investor tertuju pada keputusan kebijakan BoE yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga di 3,75% pada hari Kamis. Perkiraan tersebut muncul bersamaan dengan pembagian suara di antara anggota Komite Kebijakan Moneter BoE pada beberapa pertemuan terakhir.
Sementara itu, data AS menunjukkan PMI Manufaktur S&P Global untuk Januari menunjukkan ekspansi, dengan angka yang mengindikasikan bahwa sektor manufaktur mulai pulih. PMI ISM menunjukkan kinerja yang lebih kuat dari estimasi pasar, meningkat menjadi 52,6 setelah sebelumnya di area kontraksi. Keduanya memberikan gambaran bahwa ekonomi terbesar dunia mungkin tetap resilient meski volatilitas pasar meningkat.
Selain itu, data tenaga kerja AS dan klaim pengangguran menjadi fokus minggu ini, bersama dengan laporan Nonfarm Payrolls bulan Januari. Pasar menimbang bagaimana data tersebut akan mempengaruhi sikap kebijakan The Fed ke depan, khususnya terkait narasi mengenai kapan kenaikan suku bunga dapat dilanjutkan atau ditunda.
Prospek teknis menunjukkan GBP/USD menembus level support di sekitar 1,3700 dan diperkirakan akan berkonsolidasi dalam rentang 1,3600–1,3700. Momentum bullish terlihat mulai melemah, dengan RSI menuju wilayah netral, sehingga pembeli perlu menembus 1,3700 untuk mengangkat target ke 1,3750; jika pembeli kuat, 1,3800 bisa menjadi tujuan atas.
Sebaliknya, penurunan di bawah 1,3650 dapat membuka risiko penurunan lanjutan menuju 1,3600. Pelanggaran level ini berpotensi membawa harga ke SMA 20-hari di sekitar 1,3538, sehingga kerangka teknikal jangka pendek tetap rapuh. Kondisi ini menandakan pasar bisa berbalik arah dengan kejutan data ekonomi dan pernyataan kebijakan bank sentral.
Secara operasional, analisa ini disajikan sebagai gambaran teknikal dengan fokus pada level harga kunci dan dinamika momentum. Menurut Cetro Trading Insight, pembaca disarankan menjaga manajemen risiko dan menghindari eksposur berlebihan. Perdagangan sebaiknya mempertimbangkan ekspektasi data ekonomi mendatang dan komentar pejabat Fed serta BoE untuk menghindari kejutan yang tidak diinginkan.