GBPJPY terpantau bergerak terbatas di kisaran dua pekan pada Senin karena hari libur di Jepang serta kalender ekonomi Inggris yang minim, sehingga likuiditas pasar relatif tipis. Analisis ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk membantu pembaca memahami dinamika pasar. Kondisi ini membesarkan kisaran pergerakan dan membatasi volatilitas harian. Investor cenderung menahan posisi sambil menunggu konfirmasi dari data utama yang akan datang.
Harga berada sekitar 208.80, rebound moderat dari rendah intraday di 208.22. Meski ada upaya perbaikan teknikal, kemacetan likuiditas membatasi aksi harga. Pergerakan ini mencerminkan fase menunggu pasar menjelang rilis data penting di Jepang dan Inggris.
Faktor fundamental mendominasi arah pasangan mata uang ini. Ekspektasi pemotongan suku bunga Bank of England (BoE) mulai meningkat seiring pelonggaran tenaga kerja dan pelonggaran inflasi. Taylor mengatakan ada "dua atau tiga pemotongan lagi" sebelum mencapai tingkat netral, sambil memperingatkan bahwa produktivitas yang lebih lemah bisa menambah risiko terhadap proyeksi inflasi.
Pemotongan suku bunga BoE menjadi tema utama bagi pelaku pasar. Ekspektasi tersebut menekan GBP, terutama jika data tenaga kerja menunjukkan pelambatan lebih lanjut dan inflasi melunak. Para trader menilai bahwa bank sentral siap menyesuaikan kebijakan suku bunga secara bertahap untuk menjaga keseimbangan perekonomian.
Di Jepang, nuansa pasar tetap berhati-hati karena stance fiskal pemerintah bisa mengubah jalur BoJ. CPI nasional Januari naik 1.5% YoY, lebih lambat dari bulan sebelumnya. Core measures juga melambat, dengan CPI inti yang mengecualikan makanan dan energi menjadi 2.6%, dan CPI inti tanpa makanan segar turun menjadi 2.0%, memberi ruang bagi BoJ untuk tetap sabar sebelum menaikkan biaya pinjaman.
Menantikan rilis data utama pada hari Jumat, termasuk Tokyo CPI Februari dan produksi industri serta data ritel Jepang. Di sisi Inggris, kalender ekonomi relatif tenang dengan beberapa pidato pejabat BoE yang bisa memberikan petunjuk kebijakan. Secara keseluruhan, dinamika keduanya menjaga fokus trader pada arah GBPJPY dan potensi pergerakan di kisaran yang lebih lebar jika salah satu sisi mengejutkan.