China melaporkan Manufacturing PMI resmi turun menjadi 49.0 pada Februari, menunjukkan kontraksi dalam aktivitas manufaktur. Angka ini berada di bawah ambang 50 yang menandakan pelemahan sektor, dan juga sedikit lebih buruk daripada ekspektasi pasar di 49.1. Menurut Cetro Trading Insight, data ini menyoroti momentum pertumbuhan yang lebih lemah di sektor produksi Tiongkok.
Selain itu, PMI Non-Manufacturing NBS meningkat menjadi 49.5 dari 49.4 pada bulan sebelumnya, namun tetap berada di wilayah kontraksi. Para analis sempat memperkirakan pembacaan 49.8, sehingga realitasnya menunjukkan tantangan berkelanjutan di layanan dan konstruksi. Kondisi ini memperkecil optimisme terhadap perbaikan permintaan global dalam jangka pendek.
Reaksi pasar terlihat pada pasangan AUDUSD yang diperdagangkan sekitar 0.6993, turun sekitar 0.73% dibandingkan hari sebelumnya. Pergerakan ini mencerminkan kerapuhan risiko dan sentimen pelaku pasar terhadap data ekonomi Tiongkok.
Data PMI yang mengecewakan memperkuat narasi pengetatan kegiatan global dan memicu tekanan pada mata uang berisiko seperti dolar Australia. Secara teknis, pasangan AUDUSD menunjukkan respons pelemahan dengan penutupan sesi yang lebih rendah dari level kunci sekitar 0.70. Trader mungkin memperhatikan resistance di sekitar 0.7050 dan dukungan di sekitar 0.6950 untuk potensi langkah berikutnya.
Namun, analisis fundamental tetap menjadi driver utama sejauh ini karena China merupakan mitra dagang penting bagi Australia. Penurunan PMI manufaktur dan layanan memperkecil peluang pemulihan permintaan terhadap komoditas utama Australia. Ini dapat menjaga sentimen jual pada AUD dalam beberapa sesi ke depan.
Rencana trading yang direkomendasikan adalah mengevaluasi peluang jual dengan target keuntungan di sekitar 0.6868, sambil menjaga risiko melalui stop loss di sekitar 0.7043. Rasio risiko-imbalan lebih dari 1:2 menjelaskan peluang yang cukup menarik jika pergerakan turun berlanjut.
Investor sebaiknya memantau data ekonomi China berikutnya dan bagaimana layanan serta manufaktur bereaksi terhadap kebijakan fiskal maupun moneter. Perkembangan di pasar negara maju, terutama Amerika Serikat, juga akan mempengaruhi arah pasangan mata uang ini. Rilis data nonfarm payrolls maupun data inflasi AS dapat menjadi katalis tambahan yang memperkuat dinamika AUDUSD.
Selain itu, pandangan pasar terhadap kebijakan Bank Sentral Australia (RBA) juga penting. Jika ada perubahan terhadap suku bunga atau laju pemulihan ekonomi Australia, potensi pembalikan arah dapat meningkat. Trader disarankan tetap mengikuti berita ekonomi global dan menyesuaikan level SL/TP sesuai volatilitas pasar.
Secara keseluruhan, PMI China Februari menambah tekanan pada AUDUSD, namun peluang masih terbuka bagi strategi jual yang memiliki proporsi risiko-imbalan menguntungkan.