GBPUSD Menguat di Tengah Ketegangan AS-UE dan Fokus Data Inggris

GBPUSD Menguat di Tengah Ketegangan AS-UE dan Fokus Data Inggris

trading sekarang

Latar Belakang Politik dan Dampak pada GBP

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa telah meningkatkan volatilitas di pasar mata uang. Perkembangan terbaru berupa rencana tarif tambahan 10% yang diajukan oleh Presiden Trump terhadap beberapa negara UE, termasuk Inggris, menambah ketidakpastian perdagangan global. Para pelaku pasar menilai langkah tersebut berpotensi mengganggu aliran investasi dan pertumbuhan ekonomi. Dalam konteks ini, Poundsterling menunjukkan respons yang relatif kuat terhadap dolar AS meskipun dinamika utama masih didominasi risiko geopolitik.

Respons dari UE beragam dan pada umumnya mengecam langkah tersebut. Macron menegaskan ancaman tarif tidak dapat diterima dalam konteks hubungan sekutu, sementara negara anggota bersumpah akan melakukan tindakan balasan yang setara. Pasar juga menimbang bahwa isu Greenland memperparah dinamika geopolitik dan meningkatkan premi risiko pada dolar, meskipun beberapa faktor fundamental tetap mendukung mata uang lain.

Di Inggris, pemimpin politik menyoroti pentingnya keamanan NATO dan stabilitas regional, dengan menegaskan bahwa tarif atas sekutu bukan opsi yang pantas. Data minggu ini dipantau ketat oleh investor untuk sinyal kebijakan moneter Bank of England. Pasar juga menunggu indeks tenaga kerja dan inflasi Inggris sebagai petunjuk arah kebijakan suku bunga beberapa bulan ke depan.

Katalis Teknis dan Pergerakan GBP/USD

Saat ini GBP/USD diperdagangkan sekitar 1,3397, dengan kenaikan tipis dalam sesi Eropa. Harga bias di atas EMA 50-hari di 1,3386 menandakan adanya dukungan teknikal jangka pendek. RSI 14-hari berada di sekitar 48, menandakan momentum yang netral dan ruang bagi dinamika arah berikutnya.

Level Fibonacci menunjukkan potensi resistance sekitar 1,3401 (50%), sementara target lanjut di 61,8% berada di 1,3494. Jika harga turun, level 1,3309 menjadi penopang penting sebagai batas bawah jangka pendek. Pergerakan yang menembus level 1,3401 ke atas bisa membuka peluang menuju 1,3494, namun eksekusinya memerlukan konfirmasi lebih lanjut.

Para analis menilai bahwa dukungan kebijakan moneter AS dan dinamika pasar tenaga kerja akan membentuk arah GBP/USD pekan ini saat para investor menilai sinyal dari Fed. Meskipun pasar mengfokus pada data Inggris, ada peluang bagi ketegangan geopolitik untuk memperkuat volatilitas pasangan ini. Secara teknikal, momentum saat ini relatif datar dengan volatilitas yang lebih rendah dibandingkan minggu sebelumnya.

Outlook dan Risiko Ekonomi

Rangkaian data Inggris yang dirilis pekan ini menjadi fokus utama bagi pergerakan GBP. Angka pengangguran ILO diperkirakan menunjukkan penurunan, sementara pendapatan rata-rata termasuk bonus diperkirakan menurun sedikit. Investor menanti perubahan pada indeks harga tenaga kerja dan data penjualan ritel untuk menilai kesehatan pasar tenaga kerja dan potensi perubahan Kebijakan BoE. Faktor-faktor tersebut dapat memicu pergerakan signifikan pada pasangan GBPUSD jika angka-angka mengejutkan.

Di sisi AS, fedWatch menunjukkan pasar mengharapkan kebijakan suku bunga yang tetap stabil pada pertemuan Januari mendatang, menurut CME FedWatch. Namun, beberapa pejabat Fed menekankan kesiapan untuk menurunkan suku bunga jika tenaga kerja tetap rapuh dan kondisi ekonomi melemah. Perkembangan ini menambah elemen risiko pada prospek dolar AS dan memengaruhi bagaimana GBP/USD bergerak terhadap faktor risiko global.

Secara umum, GBPUSD diperkirakan akan tetap volatil karena data ekonomi Inggris menjadi penentu utama, sementara dinamika kebijakan moneter global dapat memicu reaksi berkelanjutan. Investor disarankan untuk menjaga posisi dengan manajemen risiko yang ketat dan menghindari ekspektasi berlebihan. Dengan demikian, pergerakan pasangan mata uang ini akan sangat dipengaruhi oleh data utama pekan ini dan bagaimana pasar menilai risiko geopolitik di masa depan.

broker terbaik indonesia