GBPUSD bergerak menguat untuk hari ketiga berturut turut, didorong oleh pelemahan dolar AS secara luas dan sentimen risiko yang membaik. Pasangan ini diperdagangkan sekitar level 1.3431 setelah memantul dari level terendah harian di 1.3280. Aksi harga menandakan adanya minat membeli pada aset berisiko meski dinamika teknikal masih membatasi upside.
Indikator dolar AS melemah, membuat DXY turun sekitar 0.7 persen ke level 98.79. Pelaku pasar merespon baik karena pelemahan greenback meningkatkan daya tarik mata uang utama termasuk GBP. Meski demikian potensi kenaikan lebih lanjut masih dibatasi oleh resistance teknikal di dekat moving averages utama.
Berita mengenai rencana gencatan senjata dua minggu antara AS dan Iran meningkatkan sentimen risiko. Trump menyatakan proposal yang dia terima bisa menjadi dasar negosiasi, meski kelanjutan kesepakatan masih rapuh karena kejadian seperti serangan pada infrastruktur energi di wilayah timur tengah. Pasar juga menilai dinamika geopolitik dapat saat ini menahan pergerakan GBP terhadap dolar.
Faktor fundamental utama adalah harapan bahwa konflik geopolitik di wilayah timur tengah menegang dapat mereda mengikuti kesepakatan gencatan senjata. Kabar tersebut menambah keinginan investor untuk mengambil risiko sehingga GBP mendapat dukungan terhadap dolar. Hal ini juga memperkuat narasi bahwa pasangan mata uang berisiko mampu memanfaatkan pembalikan sentimen.
Perkembangan lain terkait jalur Hormuz dan potensi tarif AS terhadap pemasok senjata ke Iran menambah volatilitas pasar energi. Ketidakpastian energi mempengaruhi aliran modal dan mempengaruhi arah mata uang yang sensitif terhadap risiko global. Investor juga menimbang risiko gangguan pasokan energi sebagai faktor pendukung volatilitas jangka pendek.
Di sisi kebijakan moneter, pasar menilai Federal Reserve cenderung menahan suku bunga pada beberapa pertemuan mendatang, sementara ekspektasi terhadap Bank of England lebih moderat. Perkiraan ini membentuk sentimen pada GBP versus dolar dalam jangka pendek. Hal ini menambah tekanan pada pergerakan pasangan mata uang utama dalam beberapa sesi mendatang.
Secara teknis, GBPUSD berada di sekitar 1.3440, mendekati konsolidasi di atas cluster 50 hari, 100 hari, dan 200 hari yang berada dekat 1.3448. Area itu berfungsi sebagai resistance utama dan menjaga bias jangka pendek tetap cenderung bearish meski harga masih berada di zona jual beli. Situasi ini menunjukkan bahwa arah pergerakan tergantung pada konfirmasi breakout di atas area tersebut.
Penutupan harian di atas area resistance tersebut dapat membuka peluang menuju wilayah tren naik sebelumnya sekitar 1.3780, meskipun konfirmasi breakout diperlukan. Selain itu, volatilitas pasar akan menjadi penentu arah dan momentum dalam beberapa sesi mendatang. Trader disarankan menunggu sinyal teknis yang jelas sebelum mengambil posisi baru.
Tekanan support utama berada pada zona break dari tren turun sekitar 1.3147. Penurunan kembali ke level itu akan memperkuat pandangan bahwa momentum belum cukup kuat untuk menembus ceiling moving averages. Skenario risiko menyarankan para trader untuk menilai setup teknis secara cermat sebelum mengambil posisi.