Data Produk Domestik Bruto (PDB) Inggris untuk November menunjukkan pertumbuhan 0,3% secara bulanan, melampaui estimasi 0,1% dan memperbaiki pembacaan sebelumnya yang terkontraksi 0,1%. Angka tersebut menandai perbaikan momentum bagi perekonomian dan menegaskan bahwa pemulihan pasca-pengetatan pembiayaan masih berjalan. Kontributor terbesar datang dari sektor manufaktur yang melonjak 2,1% MoM, lebih kuat dari proyeksi 0,5%, sementara produksi industri naik 1,1%.
Rilis ini memicu perdebatan mengenai arah kebijakan Bank of England (BoE). Meski pejabat BoE berupaya menjaga jalur normalisasi secara bertahap, data kuat meningkatkan ekspektasi bahwa kebijakan bisa dinormalisasi lebih cepat dari bayangan beberapa bulan lalu. Pasar menilai bahwa momentum pemulihan bisa mengubah sikap kebijakan, meskipun ketegangan global tetap menambah risiko.
Di saat yang sama, dolar AS menguat karena ada ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menahan suku bunga pada pertemuan bulan ini. Data inflasi AS juga menunjukkan tekanan harga yang stabil, memperkuat narasi bahwa bank sentral utama akan menjaga kebijakan yang tidak terlalu longgar untuk saat ini. Ketegangan perdagangan dan langkah tarif yang baru juga memperkuat sentimen risk-off, memberikan dinamika berbeda pada pasangan GBPUSD.
Secara teknikal, GBP/USD goyah di sekitar EMA 20-hari, diperdagangkan mendekati 1,3436. EMA terletak sekitar 1,3438 dan RSI 14-hari berada pada 51,7, menunjukkan momentum netral tanpa dorongan kuat ke arah atas maupun bawah.
Retracement Fibonacci 61,8% berada di sekitar 1,3494 dan berfungsi sebagai batas teknis yang signifikan bagi rebound harga. Jika harga menembus dan bertahan di atas level tersebut, ruang menuju 1,3625 (retracement 78,6%) terbuka, dengan target selanjutnya di sekitar 1,3726 jika momentum memicu pergeseran ke wilayah puncak.
Secara umum, dinamika teknis menunjukkan bahwa arah jangka pendek bergantung pada konfirmasi breakout di atas 1,3494 atau pelemahan di bawah EMA 20-hari. Trader disarankan menunggu sinyal jelas dari pergerakan harga sebelum mengambil posisi, karena volatilitas bisa meningkat dengan rilis data ekonomi besar yang mendatang.
Untuk peluang perdagangan jangka pendek, pasar masih menyajikan gambar campuran. Kondisi ini berarti breakout di atas 1,3494 dengan tutupan harian di atasnya dapat memberi sinyal bullish jangka pendek, sedangkan penurunan di bawah level EMA bisa membuka peluang bearish.
Rasio risiko-imbalan perlu diperhitungkan dengan cermat; tanpa konfirmasi yang jelas, sebaiknya menunda entri atau menggunakan pendekatan stratifikas seperti pembatasan kerugian ketat. Volatilitas bisa meningkat menjelang rilis inflasi AS dan pernyataan kebijakan The Fed, sehingga manajemen risiko menjadi kunci.
Arah jangka menengah akan sangat dipengaruhi bagaimana BoE menyeimbangkan langkah normalisasi dengan tekanan eksternal, serta sejauh mana pasar menerjemahkan dampak data Inggris terhadap perekonomian global. Dengan data domestik yang lebih kuat, sterling memiliki ruang untuk menguat jika ekspektasi hawkish BoE berkembang dan risiko eksternal berkurang.