GBPUSD Menguji Support di 1.34 dengan Tekanan Teknis dan Risiko Politik Inggris

GBPUSD Menguji Support di 1.34 dengan Tekanan Teknis dan Risiko Politik Inggris

Signal GBP/USDSELL
Open1.341
TP1.334
SL1.345
trading sekarang

GBP/USD turun ke level terendah sejak pertengahan Desember sebelum berhasil mendekati 1.3400 pada sesi berikutnya. Pada saat yang sama, permintaan terhadap dolar AS sebagai aset pelindung nilai didorong oleh kekhawatiran geopolitik dan data ekonomi global yang lebih kuat dari perkiraan. Pergerakan ini mencerminkan respons pasar terhadap dinamika risiko global dan aliran likuiditas yang berputar di sekitar dolar.

Secara teknikal, pasangan ini berada di bawah 50-day EMA, menunjukkan tekanan bearish jangka pendek. Rata-rata bergerak eksponensial 200-hari berada tepat di sekitar 1.3425 dan berfungsi sebagai resistance dinamis yang membatasi upaya penguatan lebih lanjut. Penutupan harian di bawah level ini menambah bantalan bagi risiko penurunan lebih lanjut dalam jangka pendek.

Dalam konteks global, dolar AS secara umum tetap kuat akibat eskalasi ketegangan regional dan data inflasi yang lebih besar dari ekspektasi. Sinyal pasar juga menunjukkan bahwa GBP berada di bawah tekanan relatif terhadap beberapa mitra G10, meskipun beberapa pasangan menunjukkan pergerakan flat guna menghindari volatilitas berlebih. Cetro Trading Insight mencatat bahwa dinamika ini terjadi dalam kerangka risiko yang cenderung menguji keseimbangan antara kebijakan moneter Inggris dan risiko eksternal yang lebih luas.

BoE mempertahankan suku bunga di 3.75% pada rapat Februari dengan kemenangan tipis 5-4, menandakan bahwa kebijakan moneter berada dalam wilayah uncertainty. Gubernur Andrew Bailey menyatakan bahwa keputusan pada 19 Maret adalah pertanyaan yang benar-benar terbuka karena inflasi jasa tetap tinggi dibanding proyeksi. Perkembangan ini menambah nuansa kehati-hatian di pasar terkait arah kebijakan berikutnya.

Data tenaga kerja domestik turut menambah tekanan pada sterling. Pengangguran naik menjadi 5.2% dan pertumbuhan upah melambat menjadi sekitar 4.2%, yang meningkatkan kemungkinan adanya pemotongan suku bunga pada bulan Maret meskipun prospek kebijakan masih campur aduk. Para investor juga menimbang komentar pejabat BoE mengenai bagaimana inflasi inti dan layanan berjalan seiring dengan kemajuan target inflasi.

Ketidakpastian politik domestik juga menambah beban pada pound. Hasil by-election di Gorton dan Denton yang dimenangkan partai hijau mengundang spekulasi mengenai arah kepemimpinan pemerintahan serta prospek pemilihan lokal yang akan datang. Dalam konteks ini, pasar menantikan laporan Spring Statement yang akan menyajikan proyeksi fiskal terbaru, dengan setiap revisi penurunan pertumbuhan berpotensi memperpanjang tekanan terhadap sterling.

Pada grafik harian, GBP/USD diperdagangkan sekitar 1.3409 dengan bias jangka pendek yang mildly bearish karena harga telah menembus di bawah 50-day EMA. EMA 200-hari berada di sekitar 1.3425 dan bertindak sebagai resistance dinamis yang perlu ditembus untuk membuka ruang bagi pergerakan ke atas. Momentum teknikal terlihat melemah, meski pergerakan harga masih berada dalam area likuiditas yang wajar bagi pasangan ini.

Resistance terdekat berada di sekitar 1.3425, diikuti area 1.3520 dimana sebelumnya banyak titik penolakan terjadi. Penutupan harian di atas 1.3520 diperlukan untuk mengubah bias ke arah yang lebih positif dan potensi menuju 1.3695. Sementara itu, dukungan terdekat berada di sekitar 1.3350, dengan zona permintaan di sekitar 1.3250 yang bisa memberikan pangkal rebound jika ditembus.

Secara gambaran mingguan, tren masih menunjukkan struktur yang lebih positif di atas 1.30, dengan Stochastic tetap berada di wilayah positif meskipun tidak berada pada kondisi overbought. Ini mengindikasikan peluang konsolidasi yang lebih luas daripada penurunan tajam. Untuk konfirmasi arah yang lebih jelas, diperlukan penutupan mingguan di atas 1.3520 atau penembusan di bawah 1.3250 sehingga arah pergerakan bisa dinormalisasi dengan lebih tegas.

broker terbaik indonesia