
GBPUSD drifts menuju level sekitar 1.3400 pada jeda perdagangan hari Selasa, menuruni tertinggi hari sebelumnya di sekitar 1.3440. Pergerakan ini mencerminkan respons pasar terhadap data ekonomi Inggris yang lebih lemah dari ekspektasi. Di saat yang sama, dinamika harga minyak dan imbal hasil US turut memberi tekanan pada dolar AS secara keseluruhan.
Menurut laporan Cetro Trading Insight, perubahan pasar dipicu kombinasi antara data pekerjaan Inggris yang memburuk dan volatilitas geopolitik yang lebih luas. Pelaku pasar menilai bahwa sterling menghadapi tekanan lebih lanjut jika data inti tidak membaik. Analisis teknikal jangka pendek juga menunjukkan peluang fluktuasi kecil namun tidak cukup untuk sinyal trading yang jelas pada saat ini.
Data resmi UK dari Office for National Statistics menunjukkan Unemployment Rate naik menjadi 5% pada bulan terakhir, melampaui proyeksi pasar. Klaim tunjangan pengangguran naik sekitar 26.5 ribu pada April dibandingkan Maret. Sementara rata-rata pendapatan termasuk bonus meningkat 4.1% secara tahunan untuk tiga bulan hingga Maret, menambah tekanan inflasi dan menambah pain bagi kebijakan BoE.
Ketidakpastian politik di Inggris tetap menjadi fokus utama bagi investor GBP. Ancaman perubahan kepemimpinan dan dinamika pemilu lokal menambah volatilitas pada pasangan mata uang utama. Pada saat yang sama, upaya menjaga disiplin fiskal menjadi prioritas bagi para pemangku kepentingan ekonomi.
Di dalam negeri, kejatuhan hasil pemilu lokal memperkuat kekhawatiran pasar terhadap belanja dan kebijakan fiskal pemerintah. Kandidat potensial pengganti pimpinan saat ini menekankan komitmen pada pembatasan utang dan pengelolaan defisit. Meski demikian, kebijakan BoE tetap menjadi variabel penting bagi arah GBP di tengah tekanan inflasi.
Para analis menilai jalur kebijakan moneter bisa bergantung pada bagaimana pemerintah merespon tekanan data pekerjaan kedepannya. Apabila data bulan-bulan mendatang menunjukkan perbaikan, BoE mungkin mempertahankan jeda atau menaikkan sedikit jarak kebijakan. Namun jika data makin lemah, ekspektasi pasar cenderung mengarah pada langkah lebih berhati-hati.
Di sisi dolar AS, harapan damai di Iran telah menekan permintaan terhadap safe-haven dan menekan imbal hasil serta harga minyak. Pergerakan ini mendorong dolar melemah terhadap beberapa pasangan utama termasuk GBPUSD. Para pelaku pasar memandang perkembangan Iran sebagai faktor utama yang membatasi kenaikan dolar secara global.
Momentum di pasar energi turut mempengaruhi pandangan terhadap dolar dan prospek pertumbuhan global. Adanya kemajuan negosiasi nuklir memberi sinyal positif terhadap stabilitas energi, meskipun volatilitas tetap ada akibat dinamika geopolitik.
Aktivitas perdagangan terakhir menyiratkan bahwa dolar bisa tetap terganjal oleh faktor risk sentiment meskipun beberapa data ekonomi negara maju menunjukkan potensi perbaikan. Dengan kondisi ini, arah GBPUSD masih berisiko tinggi tetapi belum bisa dinyatakan tren yang jelas untuk masuk posisi beli atau jual.