
Rentang pembaruan kinerja Primaya Hospital Group menunjukkan momentum yang kuat bagi sektor kesehatan di Indonesia. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan RUPST 2025 pada 22 Mei 2026, perseroan menampilkan tren positif yang menarik perhatian analis. Platform berita keuangan kami, Cetro Trading Insight, menilai langkah strategis ini sebagai fondasi kuat bagi pertumbuhan jangka panjang.
Pertumbuhan tidak berhenti di angka penyambut tahun baru; perusahaan melaporkan peningkatan pendapatan sepanjang 2025 sebesar 16 persen, EBITDA naik 20 persen, dan laba bersih meningkat 9 persen. Data ini menandakan kemampuan Primaya Hospital untuk mengelola beban operasional dengan lebih efisien sembari memperluas layanan.
Pergeseran utama sumber pertumbuhan datang dari penambahan layanan rawat inap dan rawat jalan, serta kontribusi rumah sakit baru seperti Primaya Hospital Kelapa Gading, RS Ukrida Jakarta, dan RS FMC Bogor. Selain itu, kinerja sejumlah rumah sakit existing di berbagai wilayah Indonesia turut menopang peningkatan pendapatan dan kualitas layanan secara keseluruhan.
Hingga akhir 2025, Primaya Hospital Group telah membangun ekosistem kesehatan terintegrasi dengan 20 rumah sakit, 11 laboratorium klinik, serta berbagai layanan pendukung yang saling terhubung. Struktur ini mempermudah pasien mendapatkan perawatan terpusat dari diagnosis hingga perawatan lanjutan.
Strategi integrasi tidak hanya meningkatkan akses layanan tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional melalui standarisasi proses, pembagian beban kapasitas, dan pemanfaatan data klinik untuk inovasi. Kenaikan kapasitas layanan juga berdampak pada peningkatan kemampuan rumah sakit existing untuk menampung pasien dengan pola kunjungan yang lebih terarah.
Di kuartal pertama 2026 terdapat momentum kuat dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 27 persen dan EBITDA meningkat 22 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja ini didorong oleh kontribusi rumah sakit baru, peningkatan performa rumah sakit existing, serta pertumbuhan unit non rumah sakit seperti Westerindo dan Smart Fertility Clinic.
CEO Primaya Hospital Group, Leona A Karnali, CFA, FRM menegaskan bahwa kebutuhan layanan kesehatan berkualitas akan terus meningkat. Oleh karena itu perseroan fokus memperkuat kapasitas layanan, menghadirkan inovasi medis dan digital, serta membangun ekosistem layanan kesehatan yang semakin terintegrasi dan relevan bagi masyarakat.
Untuk 2026, perusahaan menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 15 hingga 20 persen dan EBITDA sebesar 20 hingga 25 persen. Target ini sejalan dengan fokus strategis pada ekspansi jaringan rumah sakit, peningkatan layanan unggulan, serta transformasi digital yang mempercepat akses pasien ke perawatan berkualitas.
Sebagai bagian dari rencana pengembangan, Primaya Hospital juga berencana melanjutkan ekspansi melalui pembukaan gedung baru Primaya Hospital PGI Cikini dan Primaya Hospital BSD. Upaya ini didorong oleh komitmen perusahaan untuk terus tumbuh bersama kebutuhan masyarakat Indonesia melalui inovasi berkelanjutan dan ekosistem kesehatan yang terintegrasi.