Pound berhasil menembus kembali di atas level 1,34 setelah menyentuh terendah sekitar 1,3360. Pergerakan ini menandakan minat belanja yang kembali menguat di pasar FX menjelang pembukaan sesi Amerika. Investor menimbang data rilis ekonomi terbaru yang membentuk peta arah pasangan ini untuk akhir pekan.
Secara teknikal, rebound ini memberikan indikasi adanya dukungan beli di sekitar level kunci. Namun volatilitas tetap rendah karena pasar menimbang risiko kebijakan moneter dan dinamika fiskal global. Pelaku pasar juga mencermati bagaimana pair ini merespons rilis data industri dan manufaktur di Amerika Serikat.
Meski demikian, arah jangka menengah belum jelas karena pergerakan mingguan cenderung flat setelah beberapa minggu melemah. Analis menilai peningkatan kinerja ekonomi Inggris pada data bulanan bisa menopang pound jika tren positif berlanjut. Ketidakpastian kebijakan laju dolar juga menambah kompleksitas dalam memetakan langkah perdagangan.
Klaim pengangguran AS turun tak terduga pada minggu 10 Januari, menyentuh level terendah sejak November. Data ini memperkuat narasi bahwa pasar tenaga kerja Amerika masih tangguh dan secara tidak langsung menambah pijakan bagi dolar. Investor menimbang apakah data tersebut akan mendorong Federal Reserve untuk menjaga kebijakan tetap tidak berubah.
Indeks manufaktur Empire State dan Philadelphia Fed menunjukkan perbaikan praktis dalam kondisi bisnis di wilayahnya. Kenaikan indikator ini meningkatkan kepercayaan bahwa aktivitas ekonomi AS sedang membudaya dan lebih tahan terhadap tekanan eksternal. Pasar juga mencerna komentar pejabat The Fed terkait jalur kebijakan yang lebih hawkish.
Hasil data tersebut mendorong pandangan bahwa sikap kebijakan moneter bisa tetap ketat lebih lama, meskipun risiko pertumbuhan pelan. Sinyal hawkish dari pembuat kebijakan menambah peluang untuk dolar tetap kuat dalam beberapa sesi ke depan. Meski demikian, dinamika global tetap menahan arah sentimen pelaku pasar dalam jangka pendek.
Produk Domestik Bruto Inggris bulan November meningkat 0,3 persen, mengimbangi kontraksi 0,1 persen pada Oktober. Pertumbuhan ini didorong oleh kinerja kuat sektor manufaktur dan jasa yang menunjukkan daya tahan ekonomi. Data tersebut meredakan kekhawatiran pasar terkait dampak fiskal dari Anggaran Kabinet Buruh.
Sekaligus, paket data ini memberi dukungan bagi pound untuk mempertahankan posisi di tengah kekuatan dolar dan ketidakpastian kebijakan. Secara teknikal, pasar akan memantau apakah reaksi kenaikan itu bisa bertahan di atas 1,34. Jika GBP berhasil menahan level tersebut, peluang bagi kelanjutan perbaikan bisa meningkat. Namun jika data berikutnya mengecekan, tekanan pada pound bisa kembali menguat.
Fokus pasar Jumat akan tertuju pada Produksi Industri AS, yang diperkirakan melambat di Desember, serta komentar dari wakil ketua Fed Michelle Bowman dan Philip Jefferson. Pandangan para pejabat ini dapat memperkaya peta arah risiko mata uang utama. Investor disarankan menjaga profil risiko mengingat dinamika data ekonomi masih penuh ketidakpastian.