
BoE mempertahankan suku bunga di 3,75% pada pertemuan Kamis dengan voting 5-4. Keputusan ini mencerminkan keprihatinan seputar tekanan inflasi dan perlunya penyesuaian bertahap. Gubernur BoE Andrew Bailey menekankan bahwa jalur penurunan bertahap tetap menjadi kerangka kerja kebijakan, sambil mengatakan inflasi akan kembali ke target 2% lebih cepat dari jadwal.
Meski ekspektasi pemotongan awal muncul, komite kebijakan yang mendukung penurunan ternyata lebih kecil dari yang diperkirakan pasar. Pasar mulai mengantisipasi kemungkinan pemotongan kecil dalam beberapa bulan mendatang, meskipun risiko pertumbuhan tetap terjaga. Dalam konteks ini, fokus beralih pada bagaimana inflasi akan berkembang dan bagaimana kebijakan dapat menyesuaikan menuju penurunan bertahap.
GBP/USD akhirnya turun sekitar 0,8% terhadap USD dan menyentuh level terendah dua minggu. Investor menunggu komentar Kepala Ekonom BoE, Huw Pill, untuk rincian lebih lanjut mengenai prospek kebijakan. Secara teknis, pasangan ini berada di sekitar EMA 20-hari; penutupan di atas level tersebut bisa membuka peluang menuju 1,3733, sebaliknya dukungan bisa menjaga pergerakan tetap terbatas.
Data tenaga kerja AS yang lemah menambah dorongan bagi pasar untuk menilai kemungkinan pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve pada pertemuan bulan Maret. Indeks Dolar (DXY) melemah mendekati 97,80 karena permintaan tenaga kerja yang lebih lemah menekan dolar. Berdasarkan CME FedWatch, peluang pemotongan 25 basis poin menjadi sekitar 22,7% adalah peningkatan dari beberapa hari sebelumnya.
Lowongan pekerjaan JOLTS Desember turun menjadi 6,542 juta dibanding 6,928 juta November, sementara ADP melaporkan tambahan pekerjaan swasta sebesar 22 ribu di Januari, jauh dari estimasi Desember. Data tersebut menambah gambaran melambatnya pasar tenaga kerja dan memperbesar daya tarik kebijakan lebih dovish. Pasar juga menantikan rilis Nonfarm Payrolls (NFP) untuk Januari sebagai petunjuk utama arah kebijakan Fed.
Dolar AS berada di bawah tekanan karena dinamika tersebut, dan GBP/USD berpotensi memanfaatkan rebound teknikal. Banyak investor tetap memantau bagaimana NFP akan membentuk arah kebijakan Fed. Secara keseluruhan, pergerakan dolar dan pound saling mempengaruhi, sehingga volatilitas pasangan ini tetap relevan bagi trader jangka pendek.
Secara teknis GBP/USD berupaya menambah kenaikan menuju 1,3568 dalam beberapa sesi, dengan EMA 20-hari sekitar 1,3591. RSI 14-hari berada di sekitar 50, menunjukkan momentum relatif netral Meskipun kemajuan harga terakhir. Kondisi ini menandakan fase konsolidasi jangka pendek, meskipun level tinggi sebelumnya tetap membingkai bias naik.
Penutupan harian di atas EMA 20-hari bisa membuka jalan bagi pergerakan menuju target 1,3733 yang sempat menjadi pembatas pada awal Februari. Namun penolakan di level itu bisa menjaga pasangan dalam kisaran sempit. Trader dapat menunggu konfirmasi dari pergerakan harga untuk menilai arah yang lebih jelas.
Sekaligus, secara keseluruhan, analisis teknis menunjukkan peluang positif jika momentum tetap mendukung, namun volatilitas tinggi karena faktor kebijakan moneter. Risiko terhadap skenario bullish datang jika data AS lebih kuat dari perkiraan. Pasar tetap mengaitkan ekspektasi dovish Fed dengan sinyal dari BoE dalam pergerakan pasangan GBPUSD.