GBPUSD tidak mampu pulih sepenuhnya dari kerugian awal, berada di sekitar 1.3400 meski mencoba rebound. Pasar tetap dalam suasana risk-off karena eskalasi konflik antara AS, Israel, dan Iran yang memicu kekhawatiran akan percepatan konflik regional.
Indeks dolar menguat sekitar 0.6 persen di kisaran 98.20, sementara S&P 500 futures turun mendekati 1 persen sebelum pembukaan pasar AS. Investor menunggu rilis data Manufacturing PMI ISM AS untuk Februari sebagai tingkat petunjuk selanjutnya bagi arah dolar dan risiko global.
Pergerakan GBPUSD masih tertekan karena Pound underperform akibat sentimen risiko yang membatasi minat beli. Secara teknikal, harga tetap berada di bawah rata-rata pergerakan eksponensial 20 hari yang memberi kendala pada upaya rebound, menahan level sekitar 1.35.
Pandangan jangka pendek cenderung bearish karena harga melewati pola downtrend dengan membuat lower lows. Indikator RSI 14 hari juga turun di bawah 40, menunjukkan tekanan sisi bawah yang semakin kuat untuk bergerak lebih rendah dari level saat ini.
Rintangan pertama berada di sekitar 1.3530 di EMA 20 hari, dan pelanggaran yang berkelanjutan di area tersebut diperlukan untuk meredakan tekanan bearish dan membuka area 1.3650 secara lokal. Hal ini sejalan dengan dinamika pasar yang sedang membatasi rebound GBP.
Sementara itu, support intraday terdekat berada di 1.3315 dan penutupan harian di bawah level ini bisa memperkuat penurunan menuju target sekitar 1.3203 atau lebih rendah tergantung pada momentum volatilitas pasar.
Menurut kerangka teknikal yang teramati, sinyal yang direkomendasikan adalah menjual GBPUSD dengan tingkat open sekitar 1.3404. Target keuntungan di 1.3260 menawarkan potensi penurunan sekitar 0.0144 dari harga saat ini dan mendukung rasio risiko-imbalan minimal 1:1.5 jika stop diletakkan pada 1.3500.
Alasan utama adalah bias teknikal yang sedang bearish didukung oleh posisi harga di bawah EMA 20 hari dan momentum RSI yang rendah. Data ISM Manufacturing PMI AS untuk Februari yang diperkirakan melemah dapat menambah tekanan bagi GBP terhadap dolar AS.
Manfaatkan level resistance yang lebih tinggi sebagai petunjuk perubahan arah. Jika harga berhasil menembus dan menutup di atas 1.3530, skenario jangka pendek untuk GBP bisa berubah. Biasakan juga untuk memperhitungkan kejutan geopolitik yang bisa memicu volatilitas mendadak.