
Pada minggu ini, fokus pasar tertuju pada rilis CPI AS bulan April yang diperkirakan mengalami kenaikan. Data diperkirakan 0,6% secara bulanan dan 3,7% secara tahunan, menambah tekanan pada dolar AS jika ternyata lebih panas dari ekspektasi. Di samping itu, ketegangan Iran-AS yang berlanjut meningkatkan risiko pasokan energi global, yang berpotensi mengimbangi pergerakan Sterling terhadap dolar maupun mata uang utama lain. Sementara itu, kalender domestik Inggris relatif tenang dengan peluang terendah untuk membawa perubahan besar pada kurs GBP.
Gelombang pergerakan GBP akhir-akhir ini terlihat dari penarikan balik dari mendekati level 1,3650 menjadi sekitar 1,3610 selama sesi Eropa, setelah sesi Asia sempat mendorong Pound ke puncak lokal baru. Penolakan di area 1,3650 memicu pembalikan intrahari yang tajam, dengan rangkaian lilin merah yang mengurangi sebagian besar kenaikan sebelumnya dan menunjukkan momentum kenaikan jangka pendek yang mulai melemah menjelang pekan data yang padat. Ketegangan geopolitik tetap menjadi faktor penentu sentimen pasar secara keseluruhan.
Secara umum, kalender makro minggu ini cenderung didominasi data AS, dengan CPI menjadi fokus utama. Konsensus memperkirakan CPI inti dan headline tetap menunjukkan aktivitas harga yang tinggi seiring dampak awal pada harga energi melalui jalur konflik Hormuz. Sementara itu di sisi domestik, bahwa nomor PPI, Retail Sales, dan kebijakan para pejabat bank sentral akan membentuk arah pasangan mata uang—terutama jika angka-angka tersebut mengejutkan pasar.
Dalam kerangka waktu 15 menit, GBPUSD diperdagangkan sekitar 1,3609, menunjukkan bias bullish intraday yang moderat karena harga berada di atas open harian sekitar 1,3584. Momentum saat ini masih berpendar namun nampak melambat, dengan Stochastic RSI bergeser dari wilayah overbought menuju bagian tengah rentang indikatornya, mengindikasikan potensi koreksi singkat namun tetap mempertahankan arah naik jika daya beli tetap kuat.
Pada kerangka harian, pasangan ini diperdagangkan di sekitar 1,3611 dengan bias jangka pendek yang positif, sambil tetap berada di atas rata-rata pergerakan eksponensial 50 hari dan 200 hari yang telah ditembus. Permintaan mendasar tampaknya tetap terkendali, dan momentum tidak terlalu oversold sehingga ada ruang bagi kenaikan lebih lanjut jika pembeli terus mendominasi pasar. Secara teknikal, penopang terlihat berada pada level EMA utama, yang membentuk kerangka poros permintaan pada setiap pullback.
Ruang level yang perlu diawasi meliputi support segera di sekitar 1,3584, dengan zona penopang yang lebih kuat berada di sekitar EMA 50 hari sekitar 1,3480 dan EMA 200 hari sekitar 1,3399. Selama penutupan harian berada di atas kedua level EMA tersebut, struktur teknikal akan lebih condong pada pembelian saat terjadi koreksi kecil, dibandingkan dengan pembalikan tren yang lebih dalam. Strategi membeli saat terjadi penurunan (dip-buying) menjadi pendekatan yang layak asalkan pergerakan tetap didorong oleh pembeli dan data menguat secara umum.