
GBP melemah terhadap USD setelah data PMI awal menunjukkan kinerja yang mengecewakan bagi pasar, meskipun angka manufaktur menunjukkan ekspansi moderat. Indikator PMI manufaktur tercatat sekitar 53.1, sementara PMI layanan melayang di zona kontraksi mendekati 48.7. Data CBI juga mengecewakan investor, menambah tilt terhadap prospek kebijakan fiskal Inggris di masa mendatang.
Pasar menantikan pidato ekonomi oleh Andy Burnham dan pemilihan Chancellor yang akan menentukan arah fiskal Inggris. Burnham, dipandang sebagai kandidat kiri yang berpotensi mengubah prioritas anggaran, meningkatkan ketidakpastian atas komitmen pada aturan fiskal yang ada. Ketidakpastian kebijakan fiskal meningkatkan kekhawatiran investor tentang prospek GBP dalam jangka menengah.
Secara keseluruhan, nada fundamental untuk pound cenderung negatif karena fokus pada risiko fiskal dan dinamika politik. Para pelaku pasar menilai bahwa ketidakpastian kebijakan fiskal dapat menekan GBP lebih lanjut jika tidak ada komitmen jelas terhadap aturan fiskal. Sinyal eksternal menunjukkan bahwa kebijakan fiskal menjadi penggerak utama dalam pergerakan mata uang ini.
Secara teknis, GBP/USD tetap berada di atas level rendah terbaru dan mempertahankan dukungan di sekitar 1.31. Pasar juga melihat kisaran jangka pendek di antara 1.3180 dan 1.3280, yang memberi gambaran bahwa pergerakan cenderung terbatas dalam beberapa sesi ke depan. Dalam konteks ini, pergerakan ke bawah di bawah 1.31 akan menjadi sinyal pelemahan lebih lanjut.
Momentum teknikal menunjukkan tekanan turun pada GBPUSD meskipun indikator sudah menunjukkan sedikit pemulihan dari area oversold. Pelaku pasar menilai bahwa sentimen bearish telah berkurang sedikit, namun arah utama belum berubah. Hal ini membuat fokus pada level 1.3180-1.3280 sebagai patokan untuk pembalikan atau kelanjutan tren.
Di layar harian, level support berikutnya terlihat di sekitar 1.30, sementara resistance terdekat berada di 1.3280. Perlu diingat bahwa struktur pasar saat ini cenderung menahan pergerakan dalam kisaran tersebut hingga ada konfirmasi breakout. Dengan demikian, pendekatan trading bersifat hati-hati dan menunggu sinyal konfirmasi.
Data PMI versi awal menunjukkan manufaktur tumbuh dengan laju moderat pada 53.1, sementara layanan turun ke zona kontraksi dengan pembacaan sekitar 48.7. Gabungan data ini menekankan pola pertumbuhan yang tidak merata dan menambah beban bagi GBP.
Isu politikal, khususnya pidato ekonomi Andy Burnham dan bagaimana ia menstruktur kebijakan fiskal, menambah ketidakpastian bagi pasar mata uang. Investor khawatir tentang komitmen terhadap aturan fiskal yang ada dan potensi perubahan kebijakan. Ketidakpastian ini memperpanjang volatilitas jangka pendek GBP terhadap USD.
Sektor fiskal tetap menjadi fokus utama bagi pergerakan GBP, terutama jika pidato Burnham tidak menyajikan rencana pembenahan fiskal yang jelas. Skenario utama tetap menilai tekanan terhadap pound jika sentimen fiskal memburuk. Arah selanjutnya akan sangat bergantung pada perkembangan pidato serta langkah-langkah anggaran yang diambil pemerintah.