GBP/USD melemah ke sekitar 1,3760 pada awal sesi Eropa hari Jumat, mencerminkan sentimen yang masih rapuh di pasangan ini. Pasar juga menantikan langkah Kongres AS terkait paket belanja untuk menghindari penutupan pemerintah. Sementara itu, volatilitas mata uang utama meningkat karena pernyataan terkait kebijakan fiskal dan risiko terkait shutdown.
USD menguat terhadap GBP setelah Presiden AS dan Demokrat di Senat menyepakati kesepakatan untuk mencegah shutdown. Reaksi pasar bersifat teknis namun cepat, karena investor menilai implikasi dari pendanaan pemerintah dan posisi kebijakan fiskal. Para pelaku pasar menunggu perkembangan lebih lanjut tentang jadwal pemungutan suara di Senat.
Para pedagang juga menyoroti data Indeks Harga Produsen (PPI) AS yang akan dirilis, sebagai penentu arah jangka pendek. Beberapa faktor pendukung dolar muncul dari harapan bahwa kesepakatan fiskal dapat menjaga kestabilan kebijakan moneter. Sinyal-sinyal ini membuat para trader mengatur posisi mereka menjelang akhir pekan.
Spekulasi mengenai siapa yang akan menggantikan Ketua Federal Reserve Jerome Powell meningkat setelah pertemuan hari ini. Beberapa laporan menilai mantan gubernur Fed Kevin Warsh sebagai kandidat yang berpotensi mempertahankan independensi bank sentral. Pasar menilai bahwa penunjukan seperti itu tidak akan secara drastis mengubah arah kebijakan Fed.
Menurut Rodrigo Catril, Senior FX Strategist di National Australia Bank, penunjukan seperti Warsh bisa menjaga independensi Fed tanpa mengubah arah kebijakan secara drastis. Analisisnya menyoroti bahwa reformasi kebijakan yang mungkin terjadi tidak akan menggeser bank sentral jauh dari tujuan inflasi dan stabilitas keuangan. Dampak terhadap pasar valuta asing lebih bersifat volatil sesaat dibandingkan perubahan kebijakan jangka panjang.
Pasar tetap waspada terhadap bagaimana perubahan komite kebijakan akan berinteraksi dengan ekspektasi suku bunga. Arah dolar AS bisa tetap ditentukan oleh dinamika fiskal dan data ekonomi, lebih dari sekadar isu kepemimpinan Fed. Oleh karena itu, para trader disarankan memantau perkembangan berikutnya dan menjaga kesiapan posisi sesuai analisis fundamental.
Bank of England diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan di 3,75% pada pertemuan minggu depan, menyusul pemotongan 25 bp pada Desember. Perkiraan ini didasarkan pada data inflasi yang lebih seimbang dan sinyal moderasi pertumbuhan. Investor menimbang kemungkinan langkah pelonggaran baru tergantung pada dinamika ekonomi domestik dan tekanan harga.
Para ekonom juga memperkirakan pengurangan suku bunga berikutnya baru akan terjadi pada April atau Juni, dengan proyeksi akhir tahun berada di kisaran 3,0% hingga 3,25%. Ekspektasi ini mencerminkan jeda kebijakan yang lebih panjang dibandingkan beberapa Bank Sentral lain. Pasar juga mengaitkan keputusan BoE dengan pergerakan mata uang, terutama terhadap dolar AS dan mata uang komoditas.
Keputusan BoE kemungkinan akan dijadikan panduan bagi arus pendanaan jangka menengah, mengingat volatilitas pasar akibat faktor global. Skenario utama adalah bahwa pemangkasan lebih lanjut akan sangat tergantung pada data inflasi dan output domestik. Dengan kondisi ini, risiko volatilitas GBP bisa meningkat menjelang rilis data utama berikutnya.