GBPUSD Tertekan di Tengah Ketatnya Kebijakan Suku Bunga: Dolar Menguat, Investor Menanti Data Inggris

GBPUSD Tertekan di Tengah Ketatnya Kebijakan Suku Bunga: Dolar Menguat, Investor Menanti Data Inggris

trading sekarang

Kebijakan moneter Amerika menjadi fokus utama pasar. Investor memperkirakan bahwa Federal Reserve tidak akan menurunkan suku bunga pada pertemuan bulan ini, sehingga dolar berpotensi menguat lebih lanjut. Indeks dolar AS (DXY) diperdagangkan di sekitar level tertinggi beberapa minggu, mencerminkan dominasi greenback terhadap enam mata uang utama.

Keterangan dari pejabat bank sentral menekankan perlunya sikap kebijakan yang lebih ketat. Jeffrey Schmid, presiden Fed Kansas City, menegaskan bahwa inflasi masih terlalu tinggi sehingga kebijakan perlu langkah yang tegas. Ketegasan tersebut diyakini akan menjaga DXY pada level tinggi dalam beberapa waktu ke depan.

Dalam konteks GBP/USD, tekanan pound meningkat seiring ekspektasi bahwa dolar tetap kuat. Pasangan tersebut diperdagangkan mendekati level 1,3360 terhadap USD pada sesi Eropa, mendekati level terendah empat minggu, dengan pasar menimbang sinyal dari data AS dan arah kebijakan BoE. Analis menilai bahwa pergerakan ini kemungkinan berlanjut hingga rilis data berikutnya.

Data Inggris dan kebijakan BoE menjadi fokus utama pekan depan

Para investor menantikan data ketenagakerjaan dan inflasi Inggris yang akan dirilis minggu depan sebagai petunjuk arah kebijakan Bank of England (BoE). Data tersebut dipandang sebagai kunci untuk menilai sejauh mana BoE akan menambah atau menunda perubahan suku bunga. Kondisi ini juga menambah volatilitas di pasar GBP/USD.

Kondisi pasar menunjukkan ketidakpastian seputar prospek suku bunga BoE, di mana tekanan inflasi tetap menjadi pertimbangan utama. Sinyal dari data tenaga kerja dan IHK akan membentuk ekspektasi pasar terhadap apakah BoE akan menahan atau menyesuaikan sikap kebijakannya. Hal ini membuat pergerakan GBP/USD cenderung berombak menjelang rilis data.

Kebijakan BoE tetap menjadi faktor risiko utama bagi GBP/USD, karena setiap kejutan pada data ekonomi Inggris bisa memicu pergerakan volatilitas yang lebih besar pada pasangan ini. Investor juga menimbang komentar dari pejabat BoE untuk mendapatkan gambaran arah kebijakan. Skenario utama pasar adalah BoE mempertahankan suku bunga jika inflasi tetap terkendali.

Analisis teknis GBP/USD: level kunci dan arah jangka pendek

Sisi teknis menunjukkan GBP/USD berada di sekitar 1,3384 pada grafik harian, tetap di bawah EMA 20-hari di 1,3428. Kondisi ini menunjukkan momentum jangka pendek cenderung bearish meski ada peluang pembalikan kecil. Trader mengamati bagaimana harga menanggapi level-resistance terdekat untuk konfirmasi arah.

RSI 14-hari berada di sekitar 46, menunjukkan momentum netral yang relatif lemah. Retracement 50% pada 1,3401 berfungsi sebagai resistance terdekat, dan penutupan di atasnya bisa meredakan tekanan bearish, sementara kegagalan menembusnya bisa menjaga tekanan turun hingga level 61,8% di 1,3494. Pasar juga memperhatikan dinamika harga di sekitar EMA 20-hari sebagai sinyal arah.

Target teknis berikutnya berada di sekitar retracement 61,8% di 1,3494; di atas level ini membuka ruang bagi pergerakan lebih lanjut. Namun jika momentum tidak menunjukkan kekuatan, harga bisa tetap terkonsolidasi di bawah zona resistance utama, menjaga bias bearish dalam jangka pendek. Trader sering menggunakan level ini untuk mengatur ekspektasi dan risiko perdagangan.

broker terbaik indonesia