GBP/USD berada di tekanan turun pada pekan ini, menyusul penurunan mingguan ketiga berturut-turut. Para pelaku pasar mencoba mencari arah setelah data ekonomi AS yang lemah, namun sentimen risiko tetap membantu dolar melaju. Pergerakan pasangan mata uang ini dekat level penting sekitar 1.3340, menandai konsolidasi menjelang deklarasi kebijakan bank sentral berikutnya.
Faktor utama adalah bagaimana dolar AS tetap kuat meski rilis pekerjaan menunjukkan pelemahan. Permintaan aset aman meningkat karena meningkatnya kekhawatiran geopolitik di Timur Tengah dan potensi dampak terhadap inflasi melalui harga minyak. Pasar juga mengubah ekspektasi terkait pemotongan suku bunga oleh Fed dan BoE, sehingga tekanan pada GBP/USD bertahan.
Sejak laporan ini dirilis oleh Cetro Trading Insight, para analis menekankan bahwa fokus beralih pada dinamika risiko politik global dan arah kebijakan moneter. Dolar tetap menjadi pilihan utama bagi banyak investor, sedangkan pelemahan sterling memberi peluang bagi trader yang menenangkan posisi. Pasar memantau pergerakan berikutnya untuk melihat apakah support 1.33 bisa bertahan atau harga akan menembus lebih rendah.
Nonfarm Payrolls (NFP) AS untuk Februari menunjukkan penurunan pekerjaan sebesar 92 ribu, jauh melampaui ekspektasi yang mengantisipasi kenaikan sekitar 59 ribu. Revisi Januari turun menjadi 126 ribu dari 130 ribu. Tingkat pengangguran naik menjadi 4.4% dari 4.3%.
Data ini tidak cukup melemahkan dolar secara signifikan karena permintaan aset aman terus berlanjut di tengah ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung. Sementara itu, pasar menakar bahwa peluang BoE untuk memotong suku bunga pada Maret menurun menjadi sekitar 20-30% dari sebelumnya sekitar 80%. Sementara itu, peluang pemotongan Fed di bulan Juni turun menjadi sekitar 35% dari 45% pekan lalu.
Komentar pejabat bank sentral seperti Mary Daly menegaskan bahwa risiko tetap ada dan kebijakan harus disesuaikan dengan informasi terbaru. Selain itu, rilis data penjualan ritel AS Januari menunjukkan penurunan 0.2% MoM, sementara transaksi inti tetap stagnan. Pasar juga mengamati dampak lonjakan harga minyak terhadap prospek inflasi dan kebijakan moneter kedepannya.
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus membentuk risiko inflasi melalui volatilitas harga minyak, sehingga pasar menilai bahwa jeda pemangkasan suku bunga bisa lebih lama dari yang diperkirakan. Dolar tetap menguat sebagai aset pelindung risiko, sementara ekspektasi terhadap kebijakan BoE dan Fed beralih mengikuti gejolak harga komoditas.
Pergerakan GBPUSD cenderung berada sekitar 1.3340 dalam jangka pendek, dengan indeks dolar DXY naik menuju kisaran 99.40. Pelaku pasar menimbang respons data ekonomi AS terhadap dinamika geopolitik, sambil menilai bagaimana bank sentral akan menyesuaikan langkah kebijakan mereka ke depan.
Dalam konteks trading, saran teknikal dan fundamental mendukung rekomendasi untuk posisi SELL GBPUSD. Target profit sekitar 1.3130 dengan stop loss di 1.3470 untuk menjaga rasio risiko/imbalan sekitar 1:1.5. Analisis ini sejalan dengan pandangan fundamental yang disajikan oleh Cetro Trading Insight untuk pembaca pasar yang ingin mengikuti dinamika secara menyeluruh.