Data Klaim Pengangguran Awal AS turun menjadi 198 ribu untuk minggu yang berakhir 10 Januari, mengalahkan ekspektasi 215 ribu dan turun dari revisi 207 ribu minggu sebelumnya. Angka ini memperlihatkan pasar tenaga kerja tetap kuat meski biaya pinjaman tinggi, sehingga mempertahankan ekspektasi bahwa The Fed akan menahan suku bunga. Secara langsung, ini memberi dukungan pada Dolar AS dan bisa menjatuhkan pasangan GBPUSD.
Di sisi lain, data PDB Inggris menunjukkan pemulihan ekonomi yang lebih kuat dari yang diperkirakan, menambah peluang GBP untuk bertahan terhadap tekanan dolar. Kebijakan BoE tampak mengikuti jalur pelonggaran bertahap, menambah nuansa campuran pada arah pasangan ini. Meski demikian, pergerakan GBPUSD masih dipertahankan oleh dinamika dolar yang kuat dan ketidakpastian kebijakan moneter global.
Secara teknikal, harga GBP/USD terkoreksi dari kerugian moderat pada sesi sebelumnya dan diperdagangkan sekitar 1.3380 di sesi Asia pada Jumat. Kondisi harga ini menggambarkan pasar yang masih rentan terhadap berita ekonomi utama, dengan peluang bahwa pasangan ini bisa turun lebih lanjut jika sentimen dolar tetap kuat. Para trader disarankan memperhatikan data pekerjaan AS dan notulen Fed sebagai pemicu potensi pergerakan berikutnya.
Laporkan data Kantor Statistik Nasional menunjukkan GDP Inggris tumbuh 0,3% pada bulan itu, di atas ekspektasi 0,1% dan setelah dua bulan berturut-turut kontraksi. Angka ini memperkuat argumen bahwa ekonomi Inggris masih memiliki dinamika positif dan bisa mengurangi ekspektasi terhadap kelonggaran kebijakan BoE. Meski demikian, BoE sebelumnya menyiratkan bahwa pelonggaran kebijakan akan berlangsung secara bertahap, sehingga dampak pada pergerakan GBPUSD tetap terbatas dalam jangka pendek.
Di bawah tekanan, dolar AS tetap menjadi driver utama dalam kebijakan moneter global karena data tenaga kerja yang kuat dan ekspektasi penundaan pemotongan suku bunga ke bulan Juni. Pasar beranggapan bahwa Fed akan mempertahankan suku bunga tidak berubah untuk beberapa waktu, yang mendukung kekuatan dolar terhadap pasangan silang seperti GBPUSD. Kondisi ini memberi peluang bagi GBP untuk menguat jika berita ekonomi Inggris lebih kuat dari ekspektasi.
Secara teknikal, pergerakan GBPUSD tampaknya berada di wilayah penting antara 1,33 dan 1,34. Break di bawah 1,32 bisa membuka jalur untuk tekanan jual lebih lanjut, sedangkan jika 1,34-1,35 bertahan, GBP bisa berisiko rebound. Trader sebaiknya menilai rilis data pekerjaan US berikutnya dan sinyal dari pasar obligasi untuk konfirmasi arah berikutnya.