
GBP/USD masih kesulitan menarik pembeli karena krisis politik di Inggris dan risiko geopolitik yang meningkatkan permintaan terhadap dolar AS sebagai aset pelindung. Pasar menilai bahwa ketidakpastian di kepemimpinan Inggris menambah hambatan bagi sterling, terutama menjelang keputusan kebijakan dan data ekonomi penting. Dalam konteks global, dinamika suku bunga AS juga menjadi penopang utama bagi arus modal di pasar forex.
Data harga pengeluaran konsumsi pribadi PCE AS menunjukkan bahwa inflasi tetap menjadi fokus pasar, meski prospek kenaikan suku bunga The Fed mulai meredup. Sementara itu, adanya perjanjian damai interim AS-Iran dan penurunan harga minyak meredam risiko lonjakan biaya energi, sehingga beberapa pelaku pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut.
Di sisi geopolitik, laporan mengenai serangan IRGC terhadap kapal berbendera Singapura di Selat Hormuz menambah dinamika risiko dan mendukung penguatan dolar sebagai aset safe haven. Di Inggris sendiri, pengunduran diri Perdana Menteri Keir Starmer dan perlombaan kepemimpinan Labour meningkatkan premi risiko terhadap pound, menahan momentum kenaikan pasangan GBPUSD. Selain itu, pasar menunggu rilis data ekonomi AS dan komentar pejabat FOMC untuk arah lebih lanjut.
Secara teknikal, GBP/USD tetap berada di bawah level kunci 1.3200, dengan risiko penurunan lebih lanjut jika tekanan politik dan data ekonomi tetap berat. Beberapa level support sekitar 1.3140 hingga 1.3120 menjadi target potensi jika momentum bearish berlanjut. Kondisi ini mencerminkan volatilitas pasar yang masih tinggi dan perlu kehati-hatian bagi trader.
Analisis sinyal perdagangan berdasarkan konteks fundamental menunjukkan potensi aksi jual dengan level masuk sekitar 1.3170. Target take profit sekitar 1.3120, sedangkan stop loss berada di sekitar 1.3200 untuk menjaga risk reward di atas 1:1.5. Pelaku pasar yang mengikuti arah ini perlu memantau pergerakan harga dan konfirmasi momentum.
Faktor risiko global seperti pernyataan pejabat bank sentral, perkembangan konflik regional, serta dinamika harga minyak akan mempengaruhi arah GBPUSD dalam beberapa minggu ke depan. Trader disarankan memperhatikan data AS berikutnya, komentar kebijakan FOMC, serta pembaruan politik domestik Inggris karena faktor-faktor ini bisa mengubah volatilitas dan tren pasangan mata uang utama.