
Data resmi menunjukkan PDB China tumbuh 5,0% secara tahunan pada kuartal pertama, berada di bagian atas kisaran target resmi 4,5%–5%. Kinerja ini didorong oleh ekspor yang kuat dan penggunaan kuota obligasi sejak awal. Analisis awal juga menunjukkan kontribusi positif dari sektor manufaktur yang terdorong inovasi teknologi, meskipun pola permintaan global berisiko melambat.
Permintaan domestik tetap lemah meski angka output industri menunjukkan momentum. Retail sales naik tipis, berbanding dengan target pasar yang lebih tinggi, dan sektor properti masih menunjukkan pelemahan yang nyata. Tingkat pengangguran nasional mencapai 5,4%, tertinggi dalam satu tahun, menambah kekhawatiran soal daya beli.
Analisa menunjukkan bahwa sinyal positif pada angka ekspor tidak cukup untuk menghapus kekhawatiran terhadap konsumsi rumah tangga dan struktur permintaan. Data ekspor meningkat 14,7% y/y dalam dolar di kuartal itu, namun perlambatan ekspor dari 22% menjadi 2,5% y/y menjelang Maret mengisyaratkan tekanan permintaan eksternal. Pasar juga menilai dampak gejolak regional terhadap prospek yuan dalam jangka menengah.
Meski GDP lebih kuat dari perkiraan, karakter permintaan domestik yang lemah membatasi daya tahan pertumbuhan China. Output industri naik 5,7% y/y terutama karena produksi terkait AI, tetapi peningkatan tersebut tidak diterjemahkan ke belanja konsumen. Risiko properti masih menahan kecepatan perbaikan sektor riil.
Para analis menekankan bahwa kinerja kuartal pertama menyorot kebutuhan kebijakan yang lebih responsif terhadap perbaikan permintaan dalam negeri. Ketidakpastian eksternal, termasuk risiko eksternal terhadap permintaan global, memperlihatkan bagaimana dinamika perdagangan mempengaruhi prospek yuan. Perkembangan kebijakan fiskal dan moneternya akan jadi rujukan bagi investor dalam beberapa kuartal mendatang.
Sejalan dengan latar tersebut, investor menunggu jawaban kebijakan dan peringatan terhadap volatilitas mata uang. Laju pemulihan perlu disertai perbaikan kepercayaan konsumen dan pembiayaan properti agar stabilitas jangka menengah dapat terjaga. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk pembaca kami.