GoTo melangkah di tengah dinamika ekonomi digital Indonesia dengan momentum yang kuat. EBITDA disesuaikan mencapai Rp2 triliun pada 2025, jauh melampaui pedoman yang ditetapkan sebelumnya, dan menandai pergeseran dari volatilitas menjadi stabilitas profitabilitas. Sebagai analisis dari Cetro Trading Insight, capaian ini menggambarkan fondasi bisnis yang semakin kokoh, didukung oleh strategi yang terarah dan eksekusi operasional yang disiplin.
Dalam keterangan resmi, perusahaan menyatakan bahwa kinerja ini tercermin pada kuartal IV 2025 dan sepanjang tahun, dengan EBITDA disesuaikan yang lebih tinggi dari target. Hal ini juga didorong oleh peningkatan transaksi dan pengguna yang aktif, yang berperan sebagai penggerak utama pendapatan. Cetro melihat data ini sebagai sinyal positif bagi pemangku kepentingan yang mencari keseimbangan antara pertumbuhan dan profitabilitas.
Analisis kami menempatkan GoTo sebagai contoh kuat bagaimana perusahaan teknologi finansial multiyasa mampu menjaga arus kas positif dan tata kelola biaya yang efisien, meskipun menghadapi tantangan operasional. Paragraf ini menegaskan bahwa langkah-langkah alokasi modal telah menunjukkan hasil, memberi dasar bagi proyeksi 2026 yang lebih optimistis.
Hans Patuwo menegaskan momentum keuangan perseroan berlanjut dan menargetkan EBITDA Disesuaikan untuk 2026 di kisaran Rp3,2-3,4 triliun. Pernyataan ini menegaskan rencana ekspansi kinerja tanpa mengorbankan pengelolaan biaya dan leverage operasional yang positif. Cetro Trading Insight menilai target ini sejalan dengan tren peningkatan pendapatan bersih dan arus kas yang lebih kuat.
Secara spesifik, kinerja 2025 menunjukkan peningkatan GTV inti sebesar Rp399,8 triliun, tumbuh 44 persen saat dibandingkan 2024. Pendapatan bersih sebesar Rp18,3 triliun menunjukkan pertumbuhan 15 persen meski rugi periode berjalan berkurang signifikan. Kenaikan ini diikuti oleh ATU Grup yang meningkat 24 persen menjadi 66 juta pengguna, memperlihatkan gradasi permintaan layanan yang semakin luas.
Dengan disiplin biaya yang lebih baik dan operating leverage yang positif, manajemen menegaskan bahwa fondasi bisnis semakin kuat untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan di 2026. Laporan arus kas bebas yang disesuaikan positif sebesar Rp966 miliar menjadi salah satu indikator utama keberhasilan strategi alokasi modal perusahaan.
Kinerja setahun penuh GoTo mencatat arus kas bebas yang disesuaikan positif sebesar Rp966 miliar, menandakan perbaikan fundamental bisnis dan efisiensi operasional. Hal ini menjadi fondasi bagi pertumbuhan yang berkelanjutan serta kemampuan perusahaan untuk mendanai inisiatif strategis. Cetro melihat arus kas positif sebagai sinyal penting bagi investor yang menilai kekuatan inovasi dan ekspansi lini usaha.
Direktur Keuangan Simon Ho menambahkan bahwa peningkatan pendapatan bersih, disiplin biaya, dan peningkatan leverage operasional menjadi pendorong utama untuk kinerja yang lebih baik di masa mendatang. Poin pentingnya adalah bahwa arus kas yang sehat memungkinkan alokasi modal yang lebih efisien dan dukungan terhadap proyeksi 2026.
Secara keseluruhan, kinerja 2025 menempatkan GoTo pada posisi yang lebih kuat untuk mengambil peluang pertumbuhan lintas sektor, terutama di ekosistem pembayaran, e-commerce, dan layanan finansial. Dalam pandangan pasar, langkah ini dapat meningkatkan kepercayaan investor dan memperluas akses pembiayaan bagi ekspansi strategis di masa depan.