Harga minyak mentah Brent melonjak pada perdagangan sesi lanjut setelah harapan adanya gencatan senjata memudar. Pergerakan ini mencerminkan risiko geopolitik yang meningkat dan berimbas pada sentimen pasar global, dengan Brent melampaui 106 dolar per barel dan WTI mendekati 95 dolar. Lonjakan tersebut menambah tekanan pada saham-saham global, terutama pada sektor yang sensitif terhadap biaya energi.
Di pasar saham, indeks utama AS turun setelah reli harian sebelumnya, didorong oleh meningkatnya risiko geopolitik. Nasdaq mencatat tekanan pada saham memori chip setelah pengumuman Alphabet mengenai teknik kompresi memori untuk AI yang lebih efisien. Kebijakan risiko yang lebih tinggi membuat investor menjauhi aset berisiko dan menekan penilaian beberapa saham teknologi.
Pergerakan harga minyak juga berdampak pada pasar obligasi, dengan imbal hasil 10-tahun mendekati 4,4 persen dan imbal hasil jangka panjang lainnya menuju level lebih tinggi. Kondisi ini memperkuat tekanan pada sektor-sektor sensitif terhadap yield, termasuk teknologi dan sektor yang menggunakan modal dalam jangka panjang. Sementara itu, para trader menilai dinamika geopolitik dan potensi perubahan kebijakan energi dalam beberapa minggu mendatang.
Data tenaga kerja AS menunjukkan peningkatan klaim pengangguran mingguan menjadi sekitar 210 ribu untuk minggu yang berakhir 21 Maret, sementara klaim berkelanjutan turun menjadi sekitar 1,82 juta, terendah sejak Mei 2024. Data ini menggambarkan pasar kerja yang melambat namun tidak menunjukkan kontraksi berat. Bank sentral Federal Reserve memilih mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,50–3,75% pada pertemuan Maret, dengan dot plot yang menandakan kemungkinan satu potongan pada sisa tahun ini.
Investor juga menimbang dinamika geopolitik, terutama ketegangan Iran, dan bagaimana hal tersebut bisa memengaruhi aliran energi serta risiko regional. Laporan media mengindikasikan adanya respons diplomatik yang bisa mengubah skenario pasar energi, sementara para pelaku pasar mencoba menilai konsekuensi jangka pendek terhadap perdagangan global dan arus modal.
Di ranah teknologi, reaksi terhadap kemajuan AI Alphabet dengan algoritma kompresi memori menambah tekanan pada proyeksi permintaan memori. Meski demikian, beberapa raksasa teknologi berusaha mempertahankan momentum meski pasar menahan diri. Di sisi positif, beberapa berita merger seperti antara EQH dan CRBG memberikan nuansa positif pada sentimen trading meskipun volatilitas tetap tinggi.