Harga emas menguat menuju sekitar 4.775 per ons pada pembukaan sesi Asia, menandai kelanjutan rebound dari tekanan teknikal beberapa hari terakhir. Investor tetap memantau dinamika pasar global, termasuk kebijakan fiskal dan moneter yang dapat mempengaruhi likuiditas serta imbal hasil. Secara umum, logam kuning ini tetap dilihat sebagai barometer ketidakpastian, karena pelaku pasar mencari aset lindung nilai di tengah gejolak pasar fiskal dan geopolitik.
Agenda Davos menjadi fokus utama karena pidato Pemimpin AS dan pertemuan dengan beberapa negara berpotensi menentukan arah pasar. Ketegangan antara AS dan mitra Eropa terkait isu Greenland memicu permintaan terhadap aset safe-haven. Sementara itu, para pedagang menilai sinyal perdagangan dan komentar kebijakan yang berpotensi memperkuat atau melemahkan sentimen risiko.
Analisis teknikal menunjukkan emas berupaya menjaga momentum menuju level tertinggi sebelumnya, meskipun ada tanda bahwa suku bunga The Fed bisa turun pada Juni. Pasar menilai langkah pemangkasan sebagai stimulus bagi likuiditas, meskipun optimisme terhadap pemulihan global bergantung pada data tenaga kerja AS berikutnya. Ketidakpastian ini membuat emas tetap menjadi pilihan utama bagi investor yang ingin melindungi modal.
Ketegangan antara AS dan Eropa terkait Greenland meningkatkan permintaan terhadap emas dan aset safe-haven lainnya, terutama saat risiko geopolitik meningkat. Investor juga menilai potensi penundaan kesepakatan perdagangan AS-EU sebagai risiko bagi sentimen global. Secara umum, emas kerap menarik aliran dana ketika berita politik meningkatkan volatilitas pasar keuangan.
BBC melaporkan rencana Parlemen Eropa untuk menangguhkan persetujuan perdagangan yang disepakati pada Juli, dengan pengumuman yang direncanakan di Strasbourg. Langkah politik seperti ini memperkuat dorongan ke aset yang tahan terhadap volatilitas, termasuk emas. Sinyal risiko politik yang meningkat membuat emas lebih menarik dibanding aset berisiko.
Eskalasi ketegangan tetap menjadi faktor utama yang mendorong permintaan safe-haven, meskipun beberapa data ekonomi menunjukkan tanda-tanda perbaikan parsial. Pelaku pasar menilai bahwa emas bisa mempertahankan momentum jika ketidakpastian kebijakan berlanjut. Namun, investor juga memperhatikan arah dolar AS, yang bisa membatasi kenaikan emas jika USD menguat.
Para pelaku pasar mencerna pernyataan mengenai kebijakan The Fed dan prospek penurunan suku bunga pada Juni. Pasar terus menilai sinyal bahwa suku bunga AS akan turun dalam beberapa bulan mendatang, meskipun data tenaga kerja menunjukkan perbaikan. Implikasi bagi XAUUSD adalah potensi bias bullish jika ekspektasi pelonggaran likuiditas meningkat dan biaya peluang emas turun.
Di sisi lain, sejumlah analis mempertanyakan sejauh mana The Fed akan menahan kenaikan suku bunga lebih lama, sebab inflasi dan kondisi ekonomi global tetap menjadi faktor pendukung kebijakan hawkish. Komentar Ketua Powell dan perkembangan data inflasi menjadi kunci untuk menentukan arah dolar terhadap emas. Dalam skenario ini, emas dapat tetap menarik sebagai lindung nilai jika volatilitas pasar tetap tinggi.
Untuk perdagangan, rekomendasi saat ini adalah posisi long pada XAUUSD dengan target sekitar 100 poin dan stop loss sekitar 65 poin, asalkan volatilitas tetap. Investor disarankan memantau data tenaga kerja AS serta pernyataan kebijakan The Fed untuk memvalidasi arah harga. Manajemen risiko tetap penting mengingat perubahan sentimen bisa terjadi dengan cepat.
| Detail Perdagangan | Nilai |
|---|---|
| Open | 4775 |
| TP | 4875 |
| SL | 4710 |
| Pair | XAUUSD |