Harga Emas Turun Dekat 4.460 Dolar AS Didukung Tekanan USD dan Cadangan China

Harga Emas Turun Dekat 4.460 Dolar AS Didukung Tekanan USD dan Cadangan China

trading sekarang

Harga emas turun mendekati level sekitar 4.460 dolar AS pada sesi Asia awal hari ini, mencerminkan tekanan jual yang meningkat di tengah kekhawatiran terkait inflasi dan prospek kenaikan suku bunga. Para pelaku pasar juga memantau dinamika dolar yang menguat sebagai penentu utama arah harga.

Kondisi ini didorong oleh naiknya imbal hasil obligasi dan potensi kenaikan harga energi akibat konflik di Timur Tengah, sehingga emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi lebih sensitif terhadap pergerakan dolar dan kebijakan moneter global.

Terjadi dinamika geopolitik yang menambah volatilitas, sementara China melaporkan cadangan emas resmi meningkat menjadi 2.309 ton setelah 16 bulan pembelian beruntun oleh PBoC. Hal ini menambah narasi tentang permintaan institusional sebagai pendukung jangka menengah bagi emas.

Faktor kebijakan moneter AS dan perilaku pasar obligasi membentuk kerangka bagi pergerakan emas. Federal Reserve mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,50% hingga 3,75% pada pertemuan terakhir, menjaga jalur kebijakan yang tidak terlalu agresif.

Proyeksi dot plot median masih menunjukkan potensi satu pemotongan suku bunga 25 basis poin pada akhir 2026, meski sejumlah pejabat kini berpendapat pemotongan di tahun ini tidak lagi menjadi skenario utama. Ketidakpastian ini menambah volatilitas harga emas dalam jangka pendek.

Di sisi lain, permintaan dari bank-bank sentral utama tetap menjadi faktor pendukung bagi harga emas. Cadangan emas China mencapai 2.309 ton setelah pembelian beruntun 16 bulan, menandai minat pembelian institusional yang signifikan dan berpotensi menahan koreksi harga jangka pendek.

banner footer