
Keputusan Federal Reserve menjadi fokus utama bagi arah pergerakan harga logam mulia jelang rilis kebijakan. Pasar mengantisipasi tidak ada perubahan pada kisaran suku bunga antara 3,50% dan 3,75%. Namun, ekspektasi terkait arah kebijakan berikutnya tetap meningkat, dengan perhitungan sekitar 80% peluang kenaikan 25 basis poin pada September menurut sebagian pelaku pasar.
Di sisi kebijakan moneter, dinamika imbal hasil obligasi AS dan penguatan dolar menjaga daya tarik aset berimbal hasil rendah tetap lemah. Kondisi ini cenderung menekan permintaan terhadap logam yang tidak menghasilkan imbal hasil, meski risiko geopolitik yang menonjol bisa menawarkan dukungan aversi risiko bagi beberapa investor.
Secara umum, sentimen pasar menimbang antara tanda perlambatan inflasi dan kebutuhan menjaga jalur kebijakan yang ketat. Jika pernyataan pejabat bank sentral mengisyaratkan kehati-hatian lebih lanjut, peluang untuk pergerakan harga yang lebih stabil ke bawah bisa meningkat. Sumber analisa ini berasal dari Cetro Trading Insight.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memicu lonjakan harga minyak global, memperkuat kekhawatiran terhadap tekanan inflasi. Serangan balasan terhadap fasilitas logistik di Irak dan respons militer regional meningkatkan ketidakpastian tentang biaya hidup di masa mendatang.
Lonjakan harga minyak memberikan tekanan tambahan pada kebijakan moneter, karena biaya energi menjadi komponen utama inflasi. Pasar menilai bahwa tekanan harga energi bisa memperpanjang periode kebijakan ketat, meskipun fokus utama tetap pada arahan Fed dalam beberapa bulan ke depan.
Secara umum, meskipun gejolak geopolitik sering memantik permintaan terhadap aset perlindungan nilai, dampak inflasi yang terkait konflik ini lebih dominan saat ini. Kenaikan harga energi berpotensi membatasi ruang bagi pergerakan harga logam mulia dalam jangka pendek.
Analisis teknikal pada kerangka waktu empat jam menunjukkan nada bearish dengan harga sekitar 4.012 dolar AS. Harga berada di bawah dua moving average utama sekitar 4.056 dan 4.061, menandakan momentum jangka pendek cenderung melemah.
Area resistance terdekat berada di sekitar 4.025, diikuti 4.033 dan 4.048. Setelah itu, 20-periode SMA di sekitar 4.056 dan 100-periode SMA di sekitar 4.061 membentuk zona tekanan yang lebih luas untuk harga.
RSI berada sekitar 39 poin, mengisyaratkan momentum jual kuat pada rally intraday. Secara teknis, level support pertama berada di sekitar 4.024, dengan lantai lebih penting di sekitar 3.996 yang menjadi area pertahanan bagi pembeli untuk mencegah koreksi lebih lanjut.
| Level | Harga |
|---|---|
| Resistance 1 | 4,025 |
| Resistance 2 | 4,033 |
| Resistance 3 | 4,048 |
| 20-SMA | 4,056 |
| 100-SMA | 4,061 |
| Support | 4,024 |
| Support penting | 3,996 |
Disclaimer: Analisa ini disampaikan oleh Cetro Trading Insight.