Harga Minyak Menguat ke Level Tertinggi Dua Pekan Diduga Dipicu Ketegangan Iran-AS dan Pasokan Ketat

Harga Minyak Menguat ke Level Tertinggi Dua Pekan Diduga Dipicu Ketegangan Iran-AS dan Pasokan Ketat

trading sekarang

Harga minyak dunia kembali mendaki, sekitar 3 persen, menuju level tertinggi dua pekan. Katalis utamanya adalah mandeknya pembicaraan damai antara AS dan Iran serta keterbatasan pengiriman melalui Selat Hormuz, yang menjaga pasokan minyak global tetap ketat. Kondisi ini menimbulkan persepsi bahwa tekanan inflasi akan bertahan lebih lama di pasar energi, sehingga dinamikanya menarik perhatian para pelaku pasar maupun analis jangka menengah.

Brent ditutup di USD108,23 per barel, naik 2,8%, sementara WTI mencapai USD96,37 per barel setelah reli serupa. Kenaikan harian ini menandai enam hari berturut-turut bagi Brent, sebuah tren bulis yang belum terlihat sejak Maret 2025, dan penutupan tertinggi sejak 7 April. Sementara itu, WTI juga berada pada level tertinggi sejak 13 April, menandai keketatan pasokan global yang berimbang dengan permintaan tetap kuat.

Analisa awal menunjukkan prem Brent yang melebar di atas WTI berpotensi menarik pembeli ke wilayah Teluk Meksiko dan mendorong ekspor minyak mentah AS ke rekor. Dari sisi fundamental, kebuntuan diplomatik meningkatkan ketatnya neraca minyak global, dengan pasar memperkirakan aliran minyak yang lebih rendah dari beberapa wilayah utama. Secara keseluruhan, dinamika ini memperkuat ekspektasi harga yang masih berada dalam jalur naik.

Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran menambah ketidakpastian di pasar energi. Pembicaraan damai yang terlihat membeku menjaga aliran minyak melalui Selat Hormuz tetap terbatas, sehingga pasokan global tetap ketat. Menurut analisis pasar, premi Brent yang lebih tinggi dibanding WTI berpotensi menarik permintaan ke wilayah Teluk Meksiko dan mengangkat volume ekspor AS menuju rekor baru.

Presiden AS Donald Trump disebut tengah membahas proposal Iran terkait penyelesaian konflik dengan penasihat keamanan nasionalnya, meski detailnya belum jelas. Meski ada perkembangan diplomatik, pasar tetap waspada karena dinamika regional bisa dengan mudah mengubah arah pasokan minyak jika negosiasi terdepan atau memburuk. Pasar pun terus memantau bagaimana hal-hal ini mempengaruhi keputusan produksi dan pengiriman melalui Hormuz.

Analis PVM Oil Associates, Tamas Varga, menilai kebuntuan diplomatik telah menyebabkan sekitar 10-13 juta barel minyak per hari gagal masuk pasar internasional, memperparah defisit pasokan global. Dalam tempo 24 jam terakhir, tujuh kapal melintasi Selat Hormuz, sebagian besar kapal kargo curah, menandakan aktivitas tetap ada meski konteksnya terbatas. Sementara itu, enam kapal tanker bermuatan minyak Iran terpaksa kembali ke negara asal akibat blokade yang diberlakukan AS.

Implikasi Kebijakan dan Perspektif Pasar

ECB dijadwalkan menggelar pertemuan penting pada Kamis. Gencatan senjata Iran berpotensi meredam tekanan bagi bank sentral Eropa untuk segera menaikkan suku bunga, meskipun ketidakpastian geopolitik tetap menjadi faktor utama dalam prospek inflasi regional. Pasar mengaitkan arah kebijakan moneter dengan harga energi, yang pada gilirannya bisa mempengaruhi permintaan konsumen di zona euro.

Goldman Sachs meningkatkan proyeksi harga minyak untuk kuartal keempat menjadi sekitar USD90 per barel untuk Brent dan USD83 untuk WTI, dengan alasan penurunan produksi di kawasan Timur Tengah. Langkah ini menambah tekanan positif bagi pasar minyak jika risiko pasokan berlanjut dan gejolak geopolitik tidak mereda dalam waktu dekat. Investor perlu mengawasi perkembangan produksi OPEC+, serta rekayasa aliran pasokan yang bisa berubah seiring keputusan kebijakan.

Secara keseluruhan, outlook minyak cenderung masih bullish dalam jangka pendek karena neraca pasokan yang ketat dan risiko geopolitik yang berkelanjutan. Namun, perubahan kebijakan internasional atau pelonggaran diplomatik bisa mengubah arah pasar dengan cepat. Investor disarankan memantau data produksi, dinamika perdagangan melalui Hormuz, serta pernyataan bank sentral dan OPEC+ untuk mengikuti pergeseran harga yang mungkin terjadi.

banner footer