
USD/CAD melemah di sekitar 1.3620 pada sesi Asia awal Selasa. Pergerakan ini dipicu oleh eskalasi ketegangan di Timur Tengah, ketika Uni Emirat Arab melaporkan ancaman rudal dan drone dari Iran. Kondisi geopolitik ini juga cenderung mendorong harga minyak global, yang pada gilirannya memberi dukungan pada CAD karena Kanada adalah pengekspor minyak utama.
Media melaporkan serangan Iran terhadap UAE setelah operasi besar AS untuk menguasai jalur minyak di Selat Hormuz. Pejabat Iran menyatakan bahwa tidak ada solusi militer untuk krisis ini, menambah tingkat ketidakpastian di wilayah yang memerankan peran krusial bagi pasokan minyak dunia.
Secara umum, kenaikan harga minyak sering kali menguntungkan CAD karena Kanada adalah eksportir minyak utama. Namun komentar hawkish dari pejabat Federal Reserve bisa membatasi kejatuhan dolar, sehingga respons pasangan USD/CAD tetap berisiko dan tidak jelas jangka pendeknya.
Komentar dari pejabat Federal Reserve menegaskan kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut jika tekanan inflasi tetap tinggi didorong oleh kenaikan biaya energi terkait konflik Iran.
Laporan ISM Services PMI AS untuk April yang akan dirilis hari ini menjadi fokus, karena jika angkanya lebih kuat dari ekspektasi, dolar AS berpotensi menguat terhadap CAD.
Pasar menilai bahwa dinamika ini berjalan di antara risiko geopolitik dan pemulihan ekonomi global, sehingga pergerakan USD/CAD masih dipengaruhi oleh dinamika minyak dan prospek kebijakan moneter.
Kondisi saat ini mencerminkan kombinasi faktor fundamental. Pergerakan minyak, ketegangan geopolitik, dan ekspektasi kebijakan moneter membentuk cerita yang kompleks bagi USD/CAD.
Dengan adanya campuran sinyal, arah jangka pendek tidak pasti sehingga pelaku pasar disarankan untuk menjaga manajemen risiko, menunggu konfirmasi data ekonomi, dan menggunakan kerangka trading yang disiplin.
Investor sebaiknya memantau level utama sekitar 1.36–1.37 sambil menanti rilis data ekonomi utama AS untuk sinyal lebih jelas, mengingat risiko imbal balik yang cukup besar antara minyak dan kebijakan moneter.