
Perak berada di level terendah enam bulan, diperdagangkan mendekati $61 per ounce pada sesi Asia. Kondisi ini muncul seiring ekspektasi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga setidaknya dua kali tahun ini dan para pelaku pasar menantikan rilis data inflasi PCE AS. Pembelajaran kebijakan moneter yang lebih ketat cenderung menekan logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.
Sentimen pasar juga dipicu pandangan bahwa inflasi bisa kembali meningkat setelah ketegangan regional meningkat, mendorong pasar memihak pada suku bunga lebih tinggi. Ketika suku bunga naik, yield yang lebih rendah pada aset berimbal hasil mendorong investor berpindah, dan aset non-yield seperti perak tertekan. Alhasil, dolar AS cenderung menguat dan memberikan tekanan tambahan bagi perak.
Indeks Dolar AS menguat, mendekati level tertinggi dalam lebih dari satu tahun. Pergeseran ke dolar yang lebih kuat membuat perak terasa lebih mahal bagi pembeli asing. Sementara itu, para analis menantikan data PCE inti yang diperkirakan naik menjadi 3,4% secara YoY, menambah tekanan bagi ruang investasi di logam mulia.
Secara teknis, XAG/USD berada di sekitar $61 dan tetap tertekan di bawah EMA 20 hari di $68,09. Bias jangka pendek terlihat bearish karena harga telah menembus level utama dan momentum melemah. Indikator RSI di sekitar 31,9 menunjukkan kondisi yang hampir berada di wilayah oversold, menandakan tekanan jual masih kuat.
Level support terdekat berada di sekitar $60,00; jika harga menembus di bawahnya, fokus beralih ke $56,47 sebagai target berikutnya. Penurunan lebih lanjut bisa menembus ke kisaran $50,00 sebagai level psikologis. Di sisi atas, EMA 20 hari di $68,09 menjadi hambatan utama yang perlu ditembus untuk mengubah arah tren.
Secara umum, momentum saat ini cenderung menambah tekanan ke samping ke bawah, dan para pelaku pasar bisa menghindari upaya rebound sampai ada konfirmasi pembalikan. RSI yang rendah menandakan ruang untuk penurunan lebih lanjut meski ada aksi balik sesekali.
Sinyal trading berdasarkan analisis ini adalah jual pada pasangan XAGUSD. Kondisi fundamental dan teknis saling mendukung potensi penurunan harga dalam waktu dekat. Investor perlu menjaga fokus pada level kunci dan perkembangan data inflasi AS.
Rencana perdagangan bisa dimulai dengan posisi jual di sekitar $61,00, dengan target pertama di $56,47 dan target lanjutan hingga $50,00 jika penurunan berlanjut. Stop loss ditempatkan di sekitar $64,00 untuk menjaga rasio risiko terhadap imbalan minimal sekitar 1:1,5.
Namun rilis data PCE dan pergerakan dolar dapat mengubah arah pasar secara tiba-tiba. Oleh karena itu, manajemen risiko yang ketat dan penyesuaian ukuran posisi sangat diperlukan agar strategi tetap rasional.