Harga perak XAG/USD turun mendekati $76.00 pada sesi Asia hari Selasa, dengan volatilitas pasar tetap rendah karena akhir pekan yang panjang di AS. Narasi dovish pada kebijakan moneter tetap terbatas meski inflasi AS bulan Januari menunjukkan penurunan. Investor menunggu kelanjutan negosiasi AS-Iran di Jenewa dan rilis risalah pertemuan FOMC yang akan memandu arah jangka pendek.
Data inflasi AS untuk Januari menunjukkan penurunan YoY menjadi 2.4% dan core CPI sebesar 2.5%, sesuai ekspektasi. Secara teoretis, prospek dovish Fed yang terbatas berpotensi membatasi daya tarik aset non-yielding seperti perak pada jangka pendek. Kondisi ini menambah beban pada perak yang sebelumnya berada di bawah tekanan karena faktor sentimen makro.
Investors diperkirakan menghadapi volatilitas lebih tinggi saat sesi Pasar Utama AS dibuka setelah libur panjang. Fokus utama minggu ini adalah risalah FOMC Januari yang akan dirilis, yang dapat mengubah persepsi kebijakan suku bunga. Secara global, perhatian juga tertuju pada putaran kedua pembicaraan antara AS dan Iran di Jenewa.
XAG/USD diperdagangkan sekitar $75.98 pada grafik harian, dengan EMA 20-hari turun ke $83.52 yang menunjukkan struktur jangka pendek yang lemah dan rebound lebih lanjut cenderung terbatas. Harga berada di bawah EMA tersebut, meneguhkan bias penurunan saat ini.
RSI (14) berada di 43.67, berada di bawah level netral dan menunjukkan momentum ke arah downside tanpa kondisi overbought. Jika harga mampu menutup harian di atas EMA 20-hari, tekanan jangka pendek bisa berkurang dan sentimen bisa membaik secara terbatas.
Analisis teknikal dalam laporan ini disusun dengan bantuan alat AI. Secara keseluruhan, pola menandakan peluang untuk posisi jual dengan risiko terkontrol hingga pergerakan berikutnya, seiring dengan pergerakan risalah Fed minutes dan pergerakan imbal hasil global. Sinyal perdagangan ini mencerminkan rekomendasi umum berdasarkan indikator teknikal yang ada.