NZD/USD Tertekan: Inflasi Makanan NZ, RBNZ, dan Arah Kebijakan Fed

NZD/USD Tertekan: Inflasi Makanan NZ, RBNZ, dan Arah Kebijakan Fed

trading sekarang

NZD/USD melemah setelah Statistics NZ melaporkan lonjakan harga makanan sebesar 2,5% secara bulanan pada Januari. Data itu menandai lonjakan bulanan terbesar dalam empat tahun dan meningkatkan tekanan inflasi di Selandia Baru. Pasar menilai data ini sebagai sinyal bahwa biaya hidup dapat memengaruhi jalur kebijakan RBNZ. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight, bagian dari media Cetro.

Inflasi makanan tahunan melonjak menjadi 4,6% dari 4,0% pada Desember, dengan seluruh subkelompok mencatat kenaikan. Kondisi tersebut menambah tekanan pada para ekonom dan investor yang mengantisipasi arah kebijakan RBNZ. Meskipun mayoritas pasar melihat kemungkinan tetapnya suku bunga di 2,25%, ada juga pandangan bahwa kenaikan bisa muncul pada September atau Oktober. Rapat RBNZ menjadi fokus utama menjelang rilis kebijakan.

Lebih lanjut, dolar AS menguat, memberikan tekanan tambahan pada NZD/USD. Pasar menantikan rilis Fed Minutes, data PDB Q4, dan ukuran inflasi inti (core PCE) untuk menilai jalur kebijakan yang lebih jelas. Meskipun data domestik adalah faktor utama, dinamika global dan perubahan ekspektasi inflasi tetap membentuk volatilitas pasangan ini.

Di pasar global, NZD/USD tetap berada di bawah tekanan saat harga tetap lemah di tengah kekhawatiran data AS akan memperkuat dolar. Trader menunggu Fed Minutes, PDB Q4, dan core PCE untuk gambaran kebijakan yang lebih jelas. Rencana ini menambah fokus pada bagaimana kebijakan luar negeri bisa memindahkan arus modal.

Januari Nonfarm Payrolls mencatat pertumbuhan tertinggi dalam lebih dari satu tahun dan tingkat pengangguran turun, menandakan pasar tenaga kerja yang stabil. Namun, inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) inti masih berada dekat target 3%, menunjukkan disinflasi yang tidak merata. Kondisi ini membuat kemungkinan pemangkasan suku bunga Fed tetap sinyal yang beredar tetapi belum pasti.

RBNZ diperkirakan mempertahankan suku bunga di 2,25% pada pertemuan mendatang, meskipun ada spekulasi mengenai peluang kenaikan di akhir tahun. Keputusan ini menambah dinamika bagi NZD/USD, karena pergeseran kebijakan NZ dapat mengubah arah pasangan mata uang. Secara keseluruhan, arah NZD/USD akan dipengaruhi oleh bagaimana data AS dan komentar kebijakan RBNZ saling mempengaruhi.

Peluang Perdagangan dan Risiko ke Depan

Secara teknikal, tekanan penurunan semakin terlihat seiring data ekonomi AS menguat dan prospek kebijakan AS cenderung lebih akomodatif. Volatilitas di sekitar level 0,6030 memberikan peluang untuk konsolidasi atau pergeseran arah dalam beberapa sesi mendatang. Operator pasar terus mengamati rilis data berikutnya untuk konfirmasi arah.

Scenario utama adalah penurunan NZD/USD jika data AS kuat dan RBNZ tetap berhati-hati terhadap kenaikan suku bunga. Target profit bisa ditempatkan di bawah level saat ini dengan rasio risiko-imbangan minimal 1:1,5, dan stop loss ditempatkan di atas level harga untuk melindungi posisi. Jika ternyata kebijakan RBNZ atau data AS memberikan kejutan, arah pergerakan bisa berubah secara signifikan.

Dengan ketidakpastian kebijakan global, manajemen risiko menjadi prioritas utama bagi trader. Gunakan ukuran posisi yang lebih kecil dan letakkan stop loss yang ketat untuk mengendalikan potensi kerugian. Karena sinyal trading tidak cukup jelas dari laporan ini, disarankan untuk menunggu konfirmasi teknikal dan data ekonomi berikutnya sebelum mengambil posisi.

broker terbaik indonesia