IHK inti AS bulan Desember dilaporkan lebih lemah dari ekspektasi, menandakan bahwa tekanan inflasi yang dipicu tarif mungkin mulai mereda. Namun distorsi data akibat penutupan pemerintah membuat pasar tetap memperkirakan The Fed akan menjaga suku bunga stabil pada pertemuan Januari. Analisis OCBC menunjukkan gabungan faktor ini mencerminkan dinamika harga yang lebih tenang meskipan ketidakpastian politik tetap ada.
Inflasi dinilai sebagai faktor sekunder dibandingkan data tenaga kerja dalam keputusan kebijakan. Para analis menilai bahwa perkembangan pasar tenaga kerja lebih relevan untuk mengarahkan langkah kebijakan daripada angka inflasi secara keseluruhan. Meski demikian, arah kebijakan tetap terikat pada bagaimana laju pekerjaan dan upah berkembang dari waktu ke waktu. Pembelajaran dari data terbaru menambah tekanan untuk memantau indikator tenaga kerja secara seksama.
Prediksi kelemahan moderat USD di 1H26 muncul karena potensi sikap dovish akibat perubahan kepemimpinan The Fed serta peningkatan pengawasan terhadap independensi bank sentral, apalagi dengan perhatian terhadap argumen lisan terkait Lisa Cook menjelang rapat FOMC pada 27-28 Januari. Pasar akan menilai bagaimana dinamika internal Fed mempengaruhi kebijakan jangka pendek. Namun, jika data siklis AS menunjukkan perbaikan lebih lanjut, pemulihan USD bisa terjadi lebih cepat dari ekspektasi.
Ketidakpastian politik juga memposisikan USD di sisi bawah pada 1H26. Ketidakpastian kebijakan fiskal menyebabkan risk premium pada dolar naik, sementara investor menimbang risiko terhadap pertumbuhan domestik. Kondisi ini membuat pergerakan dolar lebih sensitif terhadap kejadian politik dan laporan ekonomi mingguan.
Distorsi data akibat penutupan pemerintah membawa pasar memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga pada pertemuan Januari. Pelaku pasar menilai bahwa tekanan inflasi masih terkendali, tetapi ketidakpastian fiskal mengurangi peluang kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Dengan demikian, USD cenderung melemah terhadap sebagian besar mata uang utama dalam jangka pendek.
Namun, kekuatan siklis dalam data AS tetap menciptakan risiko kenaikan USD jika pertumbuhan ekonomi memanas menjelang pilihan umum. Pelaku pasar memperhatikan tanda-tanda peningkatan aktivitas ekonomi yang bisa memicu rebalancing arus modal ke aset berisiko. Fase ini meningkatkan peluang pergerakan dolar yang lebih dinamis di beberapa pasangan utama.
Melihat ke 1H2026, banyak analis menyatakan USD bisa mengalami kelemahan moderat akibat arah kebijakan yang lebih dovish serta peningkatan pengawasan terhadap independensi Federal Reserve. Kebijakan yang lebih akomodatif cenderung memperlemah dolar terhadap rival-rival utamanya. Pasar tetap waspada terhadap bagaimana perubahan kepemimpinan dan dinamika kebijakan akan berdampak pada jalur suku bunga jangka menengah.
Namun, jika pertumbuhan ekonomi AS mempercepat menjelang pemilihan paruh waktu, pemulihan USD bisa terjadi lebih cepat dari perkiraan. Data siklis yang kuat—termasuk aktivitas produksi dan pekerjaan—dapat memicu retorika kebijakan yang lebih hawkish oleh beberapa pejabat bank sentral. Pelaku pasar akan memonitor rilis data ekonomi dan pernyataan politik sebagai konfirmasi arah.
Secara keseluruhan, risiko politik dan data ekonomi akan membentuk arah USD di awal 2026. Para trader disarankan menilai peluang beli atau jual berdasarkan kekuatan fundamental yang muncul, sambil menjaga disiplin risiko dan level eksposur yang sesuai. Analisis ini menekankan bahwa pergerakan kunci akan sangat dipengaruhi oleh bagaimana pemerintah dan bank sentral menavigasi perubahan kepemimpinan dan dinamika ekonomi global.