IHSG Bangkit di Tengah Peringatan MSCI: Peluang Saham Fundamental dengan Dividen Menarik

IHSG Bangkit di Tengah Peringatan MSCI: Peluang Saham Fundamental dengan Dividen Menarik

trading sekarang

IHSG kembali menjadi fokus utama pelaku pasar saat ini, volatilitas meningkat mengikuti peringatan MSCI terkait investabilitas dan tata kelola pasar. Fenomena ini mendorong investasi menjadi lebih selektif dan menuntut pemahaman mendalam terhadap emiten yang dipahami kuat secara fundamental. Cetro Trading Insight menilai bahwa dinamika ini bisa menjadi peluang asalkan investor memahami risiko dan memilih saham dengan pijakan yang jelas.

Volatilitas IHSG tetap menjadi topik utama bagi pelaku pasar sejak peringatan MSCI terkait investabilitas dan tata kelola pasar dibuka ke publik. Risiko ini memicu aksi jual dan memicu jeda perdagangan pada beberapa sesi, meski ada penopang dari koreksi teknikal pada saham-saham unggulan. Investor perlu memahami bahwa dinamika global dan regulasi lokal saling terkait dalam membentuk arah IHSG.

Analisis para ahli menekankan pentingnya selektifitas dalam memilih saham di tengah ketidakpastian. Mereka menyoroti emiten berfundamental kuat yang menawarkan kombinasi pertumbuhan, arus kas sehat, dan yield dividen yang menarik sebagai potensi penopang portofolio. Secara umum, tekanan pasar memicu penilaian ulang terhadap valuasi saham, terutama pada saham berkapitalisasi besar.

Pada pekan ini IHSG sempat turun tajam hingga memicu mekanisme trading halt, sebelum akhirnya membukukan rebound. Data BEI menunjukkan IHSG menguat 1,25 persen ke level 8.021,82 pada Selasa, 3 Februari 2026, dengan perdagangan sekitar Rp13,28 triliun dan volume 26,36 miliar saham. Sebanyak 548 saham menguat, 199 melemah, dan 211 stagnan, menandakan pergerakan harga masih terfragmentasi di kalangan emiten besar.

Di tengah volatilitas, para analis melihat peluang bagi investor untuk menimbang saham berfundamental kuat dengan dasar dividen yang kompetitif. Mereka menekankan bahwa imbal hasil dari beberapa saham IHSG saat ini bisa lebih menarik dibandingkan deposito, terutama bagi investor pemula yang ingin membangun portofolio jangka menengah. Fokus utama adalah memilih saham yang memiliki fundamental sehat dan manajemen yang kredibel.

Beberapa saham berkapitalisasi besar di IHSG diketahui menawarkan dividen relatif lebih tinggi daripada deposito maupun suku bunga bank. Hal ini membuat investor mempertimbangkan strategi buy-and-hold untuk memanfaatkan yield yang stabil meskipun volatilitas pasar tetap tinggi. Secara keseluruhan, valuasi IHSG juga relatif lebih rendah dari rata-rata historis, memberi peluang bagi pembelian pada fase koreksi.

Sementara itu, pandangan bank-bank investasi menunjukkan gambaran yang seimbang. DBS mempertahankan rekomendasi overweight terhadap pasar saham domestik, meskipun lembaga lain menurunkan rekomendasi pada saham Indonesia. Ketiga pandangan ini menekankan pentingnya memanfaatkan koreksi harga untuk mengoleksi saham unggulan dengan kapasitas lebih besar secara fundamental.

Langkah Kebijakan dan Outlook Pasar

Otoritas pasar melanjutkan dialog dengan MSCI melalui pertemuan yang digelar pada 2 Februari antara OJK, BEI, dan KSEI. Mereka mengusulkan sejumlah langkah untuk meningkatkan investability pasar, termasuk penambahan klasifikasi investor dari sembilan menjadi 27 kategori, kewajiban pengungkapan kepemilikan di atas 1 persen, serta rencana peningkatan batas minimum free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen. Langkah-langkah ini dinilai penting untuk memperkuat tata kelola dan transparansi.

Analisis riset global menunjukkan bahwa valuasi saham Indonesia saat ini relatif murah, dengan MSCI Indonesia diperdagangkan sekitar 11,3 kali forward P/E — kira-kira 20 persen lebih murah dari rata-rata negara berkembang. Meski demikian, beberapa analis memperingatkan bahwa tekanan atas valuasi bisa bertahan hingga beberapa waktu seiring tren perlambatan laba dan menurunnya ROE. Dalam konteks itu, reformasi pasar perlu didukung kepemimpinan kredibel dan peta jalan yang jelas.

Outlook jangka menengah menekankan kebutuhan kepemimpinan pasar yang kredibel dan reformasi yang terukur. Investor diimbau tetap menjaga alokasi di pasar domestik sambil menimbang risiko serta peluang yang ada, terutama pada saham berkapitalisasi besar yang menjadi motor penggerak indeks. Pada akhirnya, keputusan untuk membeli atau menjual tetap bergantung pada evaluasi risiko, dan perbaikan jangka menengah akan sangat bergantung pada implementasi kebijakan dan respons pasar terhadap MSCI.

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

broker terbaik indonesia