IHSG ditutup menguat tipis 0,22 poin di level 8.235, menunjukkan daya tahan pasar saham domestik menjelang akhir bulan Februari. Nilai transaksi mencapai Rp38,25 triliun, menandakan aktivitas investor masih cukup solid meski arah pergerakan terbatas. Cetro Trading Insight mencatat ada fokus pada pergeseran minat investor ke saham berkapitalisasi besar sebagai penopang indeks.
Deretan saham dengan nilai transaksi tertinggi didominasi emiten berkapitalisasi besar. INDF memimpin dengan transaksi sekitar Rp1,88 triliun, diikuti BBCA Rp1,39 triliun. Sementara BUMI dan BMRI juga mencatat aliran dana yang signifikan, masing-masing Rp1,24 triliun dan Rp1,09 triliun.
Di antara saham yang bergerak, daftar top gainer terlihat kuat dengan BNBR memimpin rebound hari itu. Selain BNBR, MSIN, WMUU, DNAR, dan GRPH juga menunjukkan advance berarti. Sementara sebagian besar saham berstatus top loser menandai adanya tekanan jual di segmen tertentu pasar.
Pemegang catatan kenaikan tertinggi adalah BNBR (Bakrie & Brothers) yang melonjak 32,92% ke Rp214 per saham, dengan transaksi sekitar Rp1 triliun dan volume 50,86 juta lembar. Peningkatan spektakuler ini menjadi sorotan utama investor hari itu, mencerminkan minat terhadap saham dengan volatilitas tinggi yang sebelumnya relatif tertekan.
MSIN juga berada di jalur positif, menguat 21,90% menjadi Rp640 per unit. Lonjakan harga tersebut didorong oleh sentimen positif terkait potensi pertumbuhan di sektor hiburan digital dan ekspansi konten yang menarik minat investor ritel.
WMUU naik 16,88% ke Rp90, DNAR 15,94% ke Rp160, dan GRPH 13,33% ke Rp68, melengkapi deretan saham unggulan hari ini. Secara keseluruhan, pola pergerakan ini menunjukkan adanya akumulasi meski volatilitas masih tinggi, dengan beberapa saham berkapitalisasi menyalip indeks dalam sesi tertentu.
Di sisi sebaliknya, daftar sepuluh saham terendah mengalami penurunan. SOTS, POLI, JAYA, SKBM, BIPP, KOTA, MSKY, DIVA, RODA, dan INAI ditutup menurun dengan rentang 11,40% hingga 14,86%. Penurunan ini menambah dinamika beragam pada papan perdagangan hari itu.
Penurunan berantai ini mencerminkan adanya aksi profit-taking dan rotasi ke sisi defensif menjelang penutupan bulan. Meskipun IHSG menguat tipis, tekanan pada saham-saham berkapitalisasi menengah bisa menjadi cermin volatilitas pasar.
Pelaku pasar dianjurkan untuk memantau pergerakan teknikal pada saham-saham volatil dan memperhatikan dinamika likuiditas yang bisa memengaruhi arah indeks ke depan. Perkembangan selanjutnya akan tergantung pada sentimen investor dan faktor fundamental yang lebih luas.