IHSG Rebound Kilat Didorong BBCA: Analisis Cetro Trading Insight

IHSG Rebound Kilat Didorong BBCA: Analisis Cetro Trading Insight

trading sekarang

IHSG tampil spektakuler dengan rebound yang memikat, menegaskan bahwa tenaga pemulihan pasar domestik masih kuat meski sentimen global bergejolak. Gelombang pembelian lokal memberi dukungan pada indeks di tengah tekanan eksternal. Fenomena ini menjadi fokus pengamatan para pelaku pasar, termasuk pembaca setia Cetro Trading Insight.

BBCA kembali menjadi penggerak utama reli tersebut, dengan aktivitas perdagangan paling ramai sepanjang sesi. Nilai transaksi BBCA mencapai 4,1 triliun rupiah, volume 747,4 juta saham, dan frekuensi transaksi 122.371 kali, menandai kepercayaan investor terhadap bank kebangsaan terbesar tersebut.

Analis Sinarmas Sekuritas Yosua Zisokhi menilai reli IHSG dua hari terakhir cukup menarik karena berlangsung di tengah derasnya aksi jual investor asing. Menurutnya, penguatan cepat ini perlu dikonfirmasi pada perdagangan beberapa sesi ke depan. Namun, dia menambahkan bahwa investor domestik tampak dominan dan memegang kendali, sebuah dinamika yang dipertegas oleh data pembelian domestik yang lebih kuat.

Data perdagangan menunjukkan tekanan jual asing masih ada, dengan net foreign sell mencapai 3,13 triliun rupiah pada Rabu. Meski IHSG rebound, aliran modal asing belum berbalik arah secara signifikan. Cetro Trading Insight menilai momentum positif ini bergantung pada kelanjutan dukungan kebijakan fiskal dan moneter yang menjaga likuiditas serta kepercayaan pasar.

Tekanan jual terbesar terlihat pada saham BBRI dan TPIA, masing-masing sekitar 571,3 miliar dan 395 miliar rupiah. Sementara itu, BBRI akhirnya berakhir menguat 3,23% di level 2.880, sedangkan TPIA turun 7,42% menjadi 1.810 setelah sempat melonjak pada sesi pembukaan.

Analisa Yosua menambahkan bahwa saat IHSG rebound, investor institusional cenderung fokus pada saham blue chip dengan fundamental kuat dan prospek deviden stabil. Kinerja keuangan BBCA, BBNI, BMRI, dan BBRI menjadi penopang utama. Meski demikian, volatilitas pasar tetap tinggi, dan otoritas fiskal serta moneter berkomitmen menjaga stabilitas melalui kebijakan tepat sasaran. Pemerintah juga telah menyampaikan informasi yang lebih jelas terkait peran BUMN ekspor dalam konteks SDA strategis untuk menjaga arus nilai.

banner footer