
IHSG bergerak dinamis setelah penutupan kemarin di level 5.643,19, turun 3,05 persen. Kondisi ini membuka peluang bagi rebound yang bisa kembali menambah gairah pasar saham domestik. Analisa kami di Cetro Trading Insight menekankan bahwa arah pergerakan IHSG sangat sensitif terhadap sentimen global dan aliran modal yang masuk ke pasar lokal.
Pergerakan kemarin juga disertai net sell asing sebesar Rp1,21 triliun, sebuah tekanan yang perlu dicermati sebagai sinyal untuk kehati-hatian segmen investor ritel maupun institusi. Meski demikian, dinamika teknikal masih memberi peluang bagi pemburu peluang untuk memasuki posisi pada level harga yang lebih menarik. Tim riset kami menilai momentum ini bisa menjadi landasan bagi rencana aksi beli bila level support terpenuhi.
Menurut Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, IHSG berpotensi rebound hari ini. Ia menempatkan support IHSG di kisaran 5.500–5.600 dan resistance di 5.800–5.950. Dengan kerangka teknikal tersebut, enam saham unggulan dipetakan sebagai kandidat aksi beli: BIPI, VKTR, ESSA, HRTA, PTBA, dan RAJA.
Konsensus internal Cetro Trading Insight menyoroti enam saham dengan sinyal teknikal kuat sebagai peluang masuk pada momentum pembalikan IHSG. Rekomendasi ini menekankan konsistensi antara area beli, batas kerugian, dan target dekat untuk mengelola risiko dengan bijak. Setiap saham dipetakan untuk ketertiban trading yang lebih jelas bagi investor pemula maupun berpengalaman.
Detail rekomendasi meliputi BIPI dengan area beli 107–112, cut loss di bawah 107, dan target dekat 117–125; VKTR di 468, cutloss di bawah 460, target 480–490; ESSA di 515, cutloss di bawah 505, target 530–550. Selain itu HRTA direkomendasikan di 1.685 dengan cutloss di bawah 1.660 dan target 1.725–1.735; PTBA di 2.260–2.290, cutloss di bawah 2.250, target 2.320–2.360; RAJA di 3.600, cutloss di bawah 3.500, target 3.700–3.900.
Penempatan posisi ini sejalan dengan analisa teknikal yang menilai peluang rebound IHSG sebagai kesempatan untuk masuk secara bertahap. Investor perlu memperhatikan volatilitas pasar dan likuiditas saham agar risiko terkelola dengan baik. Rencana manajemen risiko menekankan kepatuhan terhadap level cut loss dan target untuk mengunci keuntungan.