IHSG Terpuruk 3,05% Menjelang Lebaran: Sentimen Global dan Harga Minyak Picu Tekanan Pasar

IHSG Terpuruk 3,05% Menjelang Lebaran: Sentimen Global dan Harga Minyak Picu Tekanan Pasar

Signal /SELL
Open7137.21
TP6980
SL7205
trading sekarang

Gelombang volatilitas mengguncang Bursa Efek Indonesia menjelang libur panjang, menguji ketahanan para investor. IHSG terguncang, didorong oleh dinamika global yang bergejolak dan lonjakan harga minyak akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Dalam laporan dari Cetro Trading Insight, risk off telah menjadi cerminan konsensus pasar jelang momen libur panjang.

Data BEI menunjukkan IHSG turun 3,05 persen ke level 7.137,21. Nilai transaksi sekitar Rp13,64 triliun dan volume perdagangan 26,88 miliar saham menunjukkan likuiditas yang menurun. Sebanyak 656 saham turun, 113 naik, dan 189 stagnan; nilai jual bersih asing mencapai Rp221,84 miliar pada perdagangan reguler, memperkuat tekanan jual.

Secara mingguan IHSG terdepresiasi 5,91 persen, penurunan mingguan ketiga berturut-turut. Bulan ini IHSG tercatat turun 13,09 persen secara bulanan, memperuncing risiko downside. Analisis menimbang kombinasi sentimen risk-off global dengan pelemahan bursa Asia yang mengikuti koreksi di Wall Street.

Dari sisi teknikal IHSG berada dalam tren koreksi dengan pola lower high dan lower low. MACD berada di wilayah negatif dan tidak menunjukkan tanda pembalikan signifikan, menambah bobot pada narasi bearish. Kondisi teknikal ini memperkuat ekspektasi bahwa tekanan jual masih bisa berlanjut seiring sentimen global yang terus membebani pasar.

Level support di sekitar 7.200 telah ditembus, membuka peluang pelemahan lanjutan menuju 7.100 hingga 7.000. Banyak analis melihat retest di 7.000 sebagai titik krusial untuk menentukan arah jangka pendek. Secara umum, IHSG juga mengikuti pergerakan bursa Asia yang mengalami koreksi sejalan dengan sentimen global.

Meski demikian, sektor perbankan tetap berperan sebagai penopang utama meski pasar sedang koreksi. Analisis dari BRI Danareksa Sekuritas menegaskan bahwa momentum bearish masih nyata dan fokus berada pada level teknikal untuk navigasi jangka pendek. Investor disarankan menjaga manajemen risiko serta mempertimbangkan diversifikasi untuk menghadapi volatilitas.

broker terbaik indonesia