IHSG ditutup di zona merah pada sesi II perdagangan hari ini, 3 Maret 2026, turun 77 poin atau 0,96% menjadi 7.939,77 poin. Pembukaan sempat memberi harapan akan rebound, namun momentum terhenti ketika pasar memasuki sesi kedua. Para pelaku pasar menilai faktor domestik dan dinamika kebijakan sebagai pendorong utama pelemahan hari ini.
Nilai transaksi mencapai Rp29,54 triliun, dengan sekitar 421 juta saham diperdagangkan dan frekuensi 2,95 juta transaksi. Aktivitas perdagangan tetap relatif aktif meski arah IHSG belum pulih sepenuhnya. harga emas perak juga menjadi barometer volatilitas komoditas yang mempengaruhi aliran dana.
Di antara komponen kunci, sektor industri dasar menjadi beban utama IHSG, dengan saham pertambangan seperti ANTM turun 4,3% menjadi Rp4.410 dan ARCI turun 5,3% menjadi Rp1.890. Sementara itu, saham tembaga MDKA terkoreksi 7,1% menjadi Rp3.660 dan AMMN turun 6,5% menjadi Rp6.825. Indeks industri dasar turun 3,85% lebih dalam dibanding sektor lain, sementara energi dan industri bertahan tipis positif.
Penurunan terbesar datang dari sektor industri dasar, yang menjadi kontributor utama pelemahan IHSG hari ini. ANTM turun 4,3% menjadi Rp4.410 dan ARCI turun 5,3% menjadi Rp1.890, menambah beban pada indeks. MDKA dan AMMN juga melorot cukup dalam, menguatkan tekanan pada sektor pertambangan.
MDKA turun 7,1% menjadi Rp3.660 dan AMMN turun 6,5% menjadi Rp6.825. harga emas perak juga menjadi barometer volatilitas logam mulia yang mempengaruhi arus investasi di sektor tambang. Hal ini memperparah tren negatif pada industri dasar dan memperluas tekanan pada IHSG.
Array data menunjukkan sentimen jual di kalangan investor tambang meluas. Selain itu, top losers seperti ELPI, FILM, dan UNVR juga memberi kontribusi pada penurunan IHSG di bagian akhir sesi. Di sisi lain, beberapa saham non-tambang mencoba meraih rebound, meski terbatas oleh arus modal yang masih lesu.
Analisa di Cetro Trading Insight menunjukkan IHSG memiliki peluang rebound jika sentimen global membaik secara bertahap. Data domestik yang solid akan menjadi kunci, sementara risiko eksternal tetap menjadi tembok pembatas. Investor disarankan memperhatikan likuiditas dan diversifikasi portofolio untuk menjaga kestabilan.
Secara teknikal, level support IHSG berada di sekitar 7.900 poin dan resistance di sekitar 8.050 poin. Jika harga menembus resistance, potensi rebound bisa berlanjut meski volatilitas meningkat. Array peluang ini menandai bahwa momentum bisa berubah cepat.
Selain itu, harga emas perak tetap menjadi indikator risiko portofolio saat volatilitas IHSG meningkat. Analisa di Cetro Trading Insight menyarankan diversifikasi untuk mengatasi volatilitas. Investor juga perlu memantau rilis data ekonomi global dan kebijakan domestik sebagai kunci gerak IHSG.